5 Strategi Mendorong Impulsive Buying Belanja Online

9 November 2021 • By admin_it

Seperti yang telah dijelaskan pada artikel Apa Itu Impulsive Buying?, bahwa impulsive buying adalah pembelian tidak terencana.

Di sisi pelanggan, jenis pembelian ini mungkin termasuk pembelian ‘negatif’ karena dapat mengganggu kondisi finansial pelanggan. Namun, pada sisi bisnis, pembelian impulsif dapat menjadi sumber keuntungan besar, jika Sobat dapat memaksimalkanya dengan baik.

Strategi mendorong impulsive buying
3 Strategi mendorong impulsive buying (Sumber: John Cameron)

Untuk membantu Sobat memaksimalkan pembelian impulsif pelanggan, berikut 3 strategi mendorong impulsive buying belanja online.

3 strategi mendorong impulsive buying belanja online

Memberikan gratis ongkos kirim dengan nominal tertentu

Pengiriman gratis dengan nominal tertentu adalah penawaran efektif dan terbukti untuk mendorong pembelian impulsif. Dengan penawaran ini, konsumen dapat melupakan total biaya pengiriman yang seharusnya dibayarkan dan fokus pada potongan biaya kirim.

Untuk tetap menjaga profit, karena tentunya biaya kirim setiap konsumen dapat berbeda, Sobat tidak harus menggratiskan seluruh biaya kirim. Namun, Sobat dapat menetapkan batas maksimal biaya kirim yang akan ditanggung oleh bisnis Sobat.

Cek kembali data pelanggan Sobat dan hitung rata-rata biaya kirim mereka. Contoh, Sobat dapat menetapkan batas maksimal gratis ongkir sebesar Rp25.000,00.

Jadi, konsumen dengan biaya kirim kurang dari atau sama dengan Rp25.000,00 hanya perlu membayar harga produk saja. Dan jika ongkos kirim konsumen sebesar Rp28.000,00, konsumen hanya perlu membayar harga produk serta ongkos kirim sebesar Rp3.000,00 (Rp28.000 – Rp25.000,00).

Diskon harga

Tidak ada strategi yang se-efektif diskon jika Sobat ingin meningkatkan pembelian impulsif pelanggan. Karena mendapatkan produk tanpa harus membayar penuh adalah hal yang disukai pelanggan.

Satu catatan yang perlu Sobat perhatikan saat Sobat menggunakan strategi diskon harga, yaitu jangan terlalu sering menggunakannya. Terlalu sering memberikan diskon membuat konsumen merasa bahwa produk yang Sobat jual tidak sebanding jika harus membayar penuh dan terlihat terlalu mahal.

Memberikan hadiah produk

Ada strategi lain yang dapat Sobat gunakan untuk meningkatkan impulsive buying tanpa harus memberikan diskon dan gratis ongkir, yaitu dengan memberikan hadiah kepada konsumen.

Jika Sobat memiliki produk-produk yang tidak terlalu diminati pelanggan, Sobat dapat menjadikan produk tersebut sebagai hadiah gratis untuk pembelian produk tertentu. Atau Sobat dapat memberikan produk gatis yang telah disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.

Contohnya, Sobat dapat memberikan tumblr gratis untuk pembelian produk baru dengan harga penuh sepeti yang dilakukan oleh brand skincare lokal Haple.

Strategi impulsive buying haple.id
Strategi impulsive buying Haple.id (Sumber: Instagram)

Memberikan produk gratis membuat konsumen merasa membeli dua produk, tapi hanya dengan membayar satu produk.

Terakhir, kenali pelanggan Sobat dengan mensurvei mereka, menganalisis jenis produk yang mereka beli, atau meninjau pertanyaan yang mereka tinggalkan di media sosial. Semakin banyak Sobat mengetahui tentang jenis produk yang kemungkinan besar akan konsumen beli, semakin mudah untuk memberikan saran dan menerapkan tips di atas untuk menciptakan pengalaman pelanggan yang positif dan meningkatkan impulsive buying pelanggan.

Jika Sobat menyukai artikel ini dan tidak ingin ketinggalan artikel baru terkait bisnis serta tips&trik, Sobat dapat klik di sini.

Baca juga: 6 Strategi Mempertahankan Existing Customer di Situasi Pandemi

Bagikan kepada sobat lainnya

Download Aplikasinya

Enable Notifications OK No thanks