5 Modus Penipuan Online dengan Kedok Selfie KTP

19 October 2020 • By Indah

Makin hari, penipuan online makin banyak saja jenisnya. Semakin canggih teknologi, semakin canggih pula cara penipu memperdaya korbannya. Akhir-akhir ini, modus penipuan online yang makin marak adalah meminta korban mengirim foto selfie KTP. Jika korban tidak mengerti bahaya mengirim data pribadi ini, maka akan mengirimkan data ini dengan mudah dan tanpa curiga.

penipuan online selfie KTP
Berbagai modus penipuan online meminta selfie KTP. (Foto: Tokotalk)

Padahal, foto KTP dan selfie dengan KTP saat ini menjadi syarat verifikasi data berbagai platform keuangan seperti fintech, fitur paylater, upgrade akun e-wallet premium dan sebagainya. Maka dari itu, sangat berbahaya memberikan data berupa foto KTP dan selfie dengan KTP kepada pihak tidak dikenal. Berikut beberapa modus penipu online dalam meminta data selfie KTP kepada calon korban:

Modus Penipuan Online dalam Meminta Selfie KTP

Telepon verifikasi data

Salah satu modus paling umum yang dilakukan oleh penipu online adalah dengan menelepon calon korban dan mengaku sebagai customer service bank maupun badan keuangan lain. Dengan kemampuan bahasa yang baik, penipu berhasil meyakinkan korban bahwa sedang diadakan pembaruan data yang mengharuskan seseorang mengirim data pribadi. Jika Sobat mendapat telepon semacam ini, jangan pernah terperdaya untuk mengikuti permintaan mengirimkan data pribadi.

WhatsApp

Modus selanjutnya yang digunakan penipu online adalah melalui platform chat seperti WhatsApp. Penipu biasanya mengaku dari pihak tertentu yang dengan berbagai alasan meminta Sobat mengirimkan data pribadi berupa foto KTP dan selfie bersama KTP. Jika hal ini terjadi para Sobat, jangan pernah memercayainya. Hindari mengirimkan data pribadi selain melalui aplikasi/website resmi.

Email

Medium lain yang sering digunakan penipu online untuk mencari korban adalah email. Jika Sobat tidak berhati-hati, Sobat mungkin bisa terpedaya mengirimkan data pribadi kepada orang yang mengaku dari pihak tertentu yang terkait dengan Sobat. Maka dari itu, selalu berhati-hati saat membaca email mencurigakan. Pastikan alamat domainnya berupa domain resmi badan dan bukan personal seperti @gmail.com, @yahoo.com dan sebagainya.

Aplikasi abal-abal

Penipuan online juga bisa terjadi melalui aplikasi abal-abal. Aplikasi ini bisa berkedok pinjaman online yang meminta Sobat mengirimkan data pribadi hingga KTP dan selfie dengan KTP. Setelah Sobat mengirimkan data ini, maka pihak tersebut akan menggunakan data Sobat untuk kepentingan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Oleh karenanya, jangan sembarangan menginstall aplikasi yang meminta data pribadi Sobat, ya!

Marketplace

Saat ini, penipuan online bahkan sudah bisa merambah ke marketplace resmi seperti Tokopedia, OLX dan lainnya. Biasanya, penipu akan berpura-pura menjadi pembeli. Penipu akan memilih barang yang dijual dengan harga mahal dan meminta identitas penjual dengan dalih dia butuh kepastian mengenai penjual. Biasanya, penjual yang sudah ingin barangnya cepat terjual, tidak keberatan mengirimkan data pribadi ini. Dengan demikian, maka penipu berhasil mendapatkan data penting yang ia butuhkan.

Wah, ngeri banget ya, Sobat. Modus penipuan online untuk meminta selfie KTP ini. Ingat untuk selalu berhati-hati dan jangan pernah mengirimkan data pribadi Sobat ke pihak yang tidak resmi, ya. Ingat bahwa data Sobat saat ini bisa digunakan untuk melakukan berbagai kejahatan di luar sana. Selalu waspada agar Sobat terhindar dari kejahatan online. Baca juga tips lainnya DI SINI.

Bagikan kepada sobat lainnya
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Download Aplikasinya