7 Hal yang Perlu Sobat Pahami Tentang Psikologi Konsumen

28 July 2021 • By heppi

Setiap pemilik bisnis pasti sudah pernah mendengar saran seperti ini: “Jika Anda ingin meningkatkan penjualan, Anda harus mengenal audiens target Anda.”

Banyak perusahaan membatasi strategi ini dengan hanya melakukan riset untuk mendapatkan informasi demografis dasar seperti usia, jenis kelamin, wilayah geografis, dan pendapatan rumah tangga target konsumen mereka.

Padahal ada hal lain yang juga tidak kalah pentingnya, yaitu bahwa membangun pemahaman tentang basis pelanggan atau klien mereka juga harus melibatkan pemahaman psikologi manusia.

Pahami tentang psikologi konsumen
7 hal yang perlu Sobat pahami tentang psikologi konsumen (Sumber: Jon Tyson)

Jika Sobat dan tim dapat memahami prinsip-prinsip psikologis dasar, Sobat dapat membentuk hubungan yang tulus dengan konsumen, sehingga membangun loyalitas, kepercayaan, bahkan dapat meningkatkan penjualan.

Untuk membantu Sobat memahami psikologi konsumen dengan lebih baik, berikut 7 hal yang perlu Sobat pahami tentang psikologi konsumen.

7 psikologi konsumen yang perlu Sobat ketahui

Konsumen ingin pengalaman menyenangkan yang layak dibicarakan

Konsumen suka membicarakan produk atau layanan yang mereka sukai saat bersama teman atau kerabat. Jadi, sebagai bisnis, selalu ingat untuk membuat kesan baik mulai dari saat pertama kali konsumen mengontak.

Selain itu jangan lupa untuk melihat sesuatu dari sudut pandang pelanggan, dan beri mereka pengalaman yang layak untuk dibicarakan. Berusahalah untuk berkomunikasi dengan cara yang membuat konsumen nyaman.

Karena bisnis paling sukses di dunia adalah bisnis yang terhubung dengan konsumen mereka secara personal dengan cara yang sopan dan nyaman.

Konsumen membutuhkan solusi, bukan hanya promosi penjualan

Pemimpin bisnis yang cerdas tidak akan hanya membicarakan fitur produk serta bagaimana cara menjual produk saja.

Sebaliknya, pemilik bisnis yang cerdas akan meluangkan waktu untuk mendengarkan poin keluhan pelanggan dan bagaimana pelanggan ingin masalah mereka teratasi, terlepas dari apakah itu melibatkan produk atau layanan bisnis mereka.

Membangun kepercayaan dari keinginan tulus untuk membantu sangat membantu dalam menciptakan hubungan jangka panjang dengan pelanggan.

Konsumen ingin didengarkan

Sebagian besar pelaku bisnis tidak mempertimbangkan dampak besar dari satu pengalaman pelanggan yang buruk.

Sobat dapat melakukan sejuta hal dengan benar, tetapi satu pengalaman buruk dapat menodai bisnis Sobat dan menghancurkan kepercayaan dan loyalitas.

Penelitian menunjukkan bahwa pelanggan benar-benar ingin perusahaan mendengarkan dan memahami mereka. Karena itulah kunci untuk membuka koneksi yang akan memberikan pengalaman terbaik yang dicari oleh pelanggan Sobat.

Konsumen sangat terpengaruh oleh review orang terdekat mereka

Pada faktanya konsumen membeli produk Sobat bukan karena promosi yang Sobat gaungkan. Namun, mereka membeli karena membaca dan mempercayai ulasan konsumen lain yang sudah terlebih dahulu menggunakan produk Sobat.

Karena konsumen yang puas dengan pelayanan Sobat dapat menjadi sumber word of mouth  yang besar, yang dengan sukarela merekomendasikan produk kepada orang-orang terdekat mereka, maka penting untuk menawarkan pengalaman pelanggan terbaik.

Baca juga: Apa Itu User-Generated Content dan Manfaatnya untuk Bisnis?

Konsumen mencari informasi yang membantu menyelesaikan masalah mereka

Koordinasikan dengan tim Sobat untuk melakukan riset tentang informasi apa saja yang cari oleh target konsumen setiap harinya. Dengan mengetahui hal tersebut, maka Sobat dapat memberikan konten informasi yang dapat memberikan solusi.

Cek juga website dan blog kompetitor yang memiliki performa baik untuk melihat konten apa saja yang di unggah dan bagaimana cara pengemasan konten mereka.

Konsumen membeli produk dari brand yang mereka kenal

Ada tiga tahap perjalanan pembeli: kesadaran, pertimbangan, dan keputusan.

Sobat tidak dapat mengharapkan orang untuk mempertimbangkan membeli produk yang Sobat tawarkan jika mereka tidak mengetahui bisnis Sobat. Selain itu, bisnis Sobat juga tidak dapat membuat konsumen sampai pada tahap keputusan membeli, jika Sobat belum melewati tahap kesadaran dan pertimbangan.

Karena itulah kesadaran merek adalah kuncinya. Jadi pertama, kenali audiens Sobat, dan selanjutnya, bantu mereka belajar lebih banyak tentang bisnis Sobat dengan membuat kehadiran digital yang kuat.

Konsumen membeli produk berdasarkan emosi bukan logika

Ada banyak kasus di mana konsumen membeli produk tidak berdasarkan logika, tapi emosi atau perasaan.

Saat ada diskon besar misalnya. Secara logika, mereka tidak membutuhkan produk tersebut. Namun, karena harganya yang murah dan terbawa suasana diskon besar, maka mereka memutuskan membeli dengan alasan ‘kapan lagi beli produk dengan harga murah?’

Selain diskon, konsumen juga melakukan pembelian berdasarkan emosi saat ada produk yang sedang menjadi tren. Karena takut ketinggalan dari orang lain yang sudah mencoba terlebih dahulu produk tersebut (FOMO), maka konsumen juga ikut membeli. Contohnya, tren kue cubit, tren sepeda lipat, tren fashion vest dll.

Memahami psikologi konsumen dengan baik artinya Sobat dapat memberikan pengalaman konsumen yang baik. Memang bukan hal yang mudah dan membutuhkan usaha yang besar. Namun, jika dilakukan dengan baik, bisnis Sobat akan mendapatkan manfaat yang besar.

Jika Sobat menyukai artikel ini dan tidak ingin ketinggalan artikel terbaru terkait bisnis serta tips&trik, Sobat dapat klik di sini.

Baca juga: 5 Prinsip Customer Service untuk Kepuasan Pelanggan

Bagikan kepada sobat lainnya
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Download Aplikasinya