Pertimbangkan 4 Hal Ini sebelum Sobat Menjadi Full-Time Reseller

15 July 2021 • By admin_it

Mencari pekerjaan di masa pandemi memang bukan hal mudah. Bahkan ada banyak karyawan yang terpaksa di rumahkan dan membuat semua orang dipaksa memutar otak untuk mencari cara bagaimana menambah penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Ketatnya persaingan mencari kerja kemudian membuat banyak orang berpikir untuk memilih membuka usaha sendiri. Dan bagi mereka yang tidak memiliki banyak modal, akhirnya memutuskan untuk menjadi reseller suatu produk.

Menjadi full-time reseller
4 hal yang perlu dipertimbangkan sebelum menjadi full time reseller (Sumber: Bench Accounting)

Namun, sebelum Sobat benar-benar memulai menjadi full-time reseller, ada 4 hal yang perlu Sobat pertimbangkan. Karena menjadi part-time reseller dan full-time reseller akan memberikan dampak yang sangat berbeda bagi hidup Sobat, terutama pada aspek keuangan.

4 hal yang perlu dipertimbangkan sebelum menjadi full-time reseller

Melihat kembali keadaan keuangan Sobat

Jika Sobat telah memutuskan untuk menjadi full-time reseller, mungkin tahap ini adalah tahap yang terpenting yang perlu Sobat lakukan.

Karena jika Sobat menjadi full-time reseller, maka Sobat juga menjadi pemilik bisnis penuh waktu. Yang artinya, Sobat akan membutuhkan uang untuk menjalankan bisnis Sobat dan juga untuk membayar diri sendiri (dengan asumsi bahwa bisnis reseller Sobat menguntungkan).

Untuk itu, Sobat perlu meluangkan waktu untuk mengecek keadaan keuangan Sobat dan mengestimasi pengeluaran yang Sobat butuhkan.

Dengan begitu Sobat memiliki pandangan berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan setiap harinya serta mengetahui berapa banyak uang yang perlu Sobat hemat agar perjalanan bisnis reseller Sobat lancar dan Sobat juga tidak merasa stres secara finansial.

Memastikan ada pasar untuk produk yang Sobat jual

Hal kedua yang perlu Sobat pastikan sebelum menjadi full time reseller adalah memastikan bahwa ada pasar untuk produk Sobat.

Bagaimana caranya? Dengan mencoba menjadi part-time reseller. Cobalah untuk mulai menawarkan kepada orang-orang di sekitar Sobat atau mulai membuat akun media sosial dan mempromosikannya secara online dan lihat bagaimana antusiasme konsumen dan angka penjualan Sobat.

Setelah itu, lakukan evaluasi. Dengan data yang ada, Sobat dapat menentukan apakah produk tersebut memiliki pasar yang besar atau tidak dan apakah Sobat akan lanjut menjadi full-time reseller atau tidak.

Baca juga: Menemukan Konsumen yang Tepat Melalui Riset Pasar

Membutuhkan kerja keras

Menjadi reseller tidak seglamor yang terlihat di media sosial. Karena pada kenyataannya menjadi full-time reseller membutuhkan banyak kerja keras.

Mayoritas hari Sobat akan sangat membosankan karena Sobat hanya akan mengulangi rutinitas. Sobat akan mendaftar dan memotret produk-produk baru, mengelola akun media sosial, menulis blog dan email, menjalankan campaign jika dibutuhkan, serta melakukan riset produk.

Membangun kehadiran secara digital

Di masa pandemi ini, salah satu hal perlu Sobat lakukan sebelum menjadi full-time reseller adalah membangun kehadiran secara digital atau pada platform tempat Sobat akan mempromosikan dan menjual produk reseller Sobat.

Karena dibatasinya kegiatan di luar rumah, maka satu-satu nya cara agar Sobat tetap dapat menjual produk adalah dengan menjual secara online.

Jangan lupa untuk melakukan riset terlebih dahulu platform apa yang biasa digunakan target konsomen Sobat. Setelah itu pelajari platformnya sebelum benar-benar terjun di dalam platform tersebut.

Nah itu dia 4 hal yang perlu dipertimbangkan sebelum Sobat memutuskan menjadi full-time reseller. Jika Sobat menyukai artikel ini dan tidak ingin ketinggalan artikel baru terkait bisnis serta tips&trik, Sobat dapat klik di sini.

Baca juga: 5+ Ide Bisnis Kecil yang Dapat Sobat Mulai Segera di Tahun 2021

Bagikan kepada sobat lainnya

Download Aplikasinya

Enable Notifications OK No thanks