5 Alasan Sobat Mengalami Demotivasi dalam Hidup

24 October 2021 • By admin_it

Menjaga semangat motivasi bukanlah hal yang mudah untuk semua orang. Akan ada hari di mana Sobat merasa tidak memiliki motivasi yang membuat Sobat tidak ingin melakukan apapun.

Dan sebelum Sobat merasa bahwa hanya Sobat sendiri yang mengalami naik turun motivasi, perlu Sobat ketahui bahwa semua orang mengalami hal ini. Karena dinamis sudah ada dalam sifat alami manusia.

Namun, yang perlu Sobat perhatikan bukanlah saat di mana Sobat merasa tidak memiliki motivasi. Tapi alasan dibalik perasaan tersebut. Dengan mengetahui alasan Sobat mengalami demotivasi, Sobat akan mampu keluar dari perasaan tersebut dan kembali memberikan 100% performa Sobat.

Mengalami demotivasi dalam hidup
5 alasan Sobat mengalami demotivasi dalam hidup (Sumber: Magnet.me)

Untuk membantu Sobat mengetahui alasan Sobat merasakan demotivasi, berikut di bawah 5 alasan yang mungkin membuat Sobat merasa kurang motivasi. Yuk, simak!

5 alasan mengapa Sobat merasakan demotivasi

Sobat bekerja tanpa memiliki tujuan

Alasan terbesar mengapa Sobat merasa kehilangan motivasi bekerja adalah karena Sobat bekerja tanpa memiliki tujuan. Baik tujuan jangka pendek ataupun jangkka panjang.

Jika Sobat bekerja tanpa tujuan, Sobat akan merasa seperti bekerja tanpa arah dan hanya sekedar pekerjaan selesai. Tidak ada nilai yang Sobat bawa di sana.

Bekerja tanpa memiliki tujuan memang terlihat tidak membawa dampak apapun dalam hidup, tapi untuk jangka panjang, di suatu titik, Sobat akan merasakan dampaknya. Yaitu menjadi malas bekerja karena tidak adanya motivasi untuk meraih tujuan tertentu.

Apakah Sobat pernah merasakan demotivasi atau malah sedang mengalami demotivasi?

Untungnya, demotivasi yang disebabkan karena tidak adanya tujuan hidup dapat dengan mudah diperbaiki. Yang harus Sobat lakukan untuk mengatasi demotivasi ini adalah dengan mencari tahu apa yang Sobat inginkan dan menetapkan tujuan spesifik, yang dapat terukur perkembangannya.

Takut

Ketika kita takut untuk maju dan berkembang, kita akan menolak untuk bergerak maju, dan terjebak pada titik tertentu dalam hidup yang menghambat kita untuk mencapai banyak hal dalam hidup dan karir.

Memang nyaman untuk berada di zona nyaman. Sobat tidak perlu merasa takut atau cemas karena semua hal di zona nyaman berisi hal-hal yang telah Sobat kuasai. Namun, Sobat perlu tau bahwa ada perasaan nyaman yang malah menjatuhkan. Contohnya adalah nyaman dengan semua hal dan keahlian yang telah Sobat miliki saat ini dan menutup mata bahwa sebenarnya ada banyak hal yang masih perlu diperbaiki dan terus dikembangkan.

Jadi, apa yang dapat Sobat lakukan dengan ketakutan ini ketika rasa takut tersebut mempengaruhi tingkat motivasi Sobat?

Hal pertama yang harus dilakukan adalah menerima fakta bahwa Sobat menunda kemajuan karena Sobat takut untuk mencoba hal baru dan berbuat salah.

Selanjutnya, penting untuk bertanya pada diri sendiri apa yang sebenarnya Sobat takutkan sehubungan dengan situasi diri dan apakah rasa takut itu perlu sampai harus menghentikan Sobat untuk bergerak maju.

Terakhir, Sobat harus mulai menghilangkan rasa takut itu selangkah demi selangkah sampai akhirnya Sobat dapat mengontrol rasa takut itu.

Karena memang benar bahwa hidup bisa menakutkan pada saat-saat tertentu. Tetapi apakah ada yang lebih menakutkan daripada kehilangan kesempatan dan tidak menjalani hidup sesuai keinginan diri sendiri?

Sobat mengambil banyak pekerjaan tanpa melihat kemampuan diri

Menjadi ambisius dalam bekerja bukanlah hal yang buruk. Namun, ketika Sobat mengambil terlalu banyak tanpa melihat kapasitas diri, Sobat akan menjadi kewalahan.

Jika Sobat kewalahan dengan banyak pekerjaan, Sobat cenderung tidak ingin mengerjakannya. Dan jika Sobat tertinggal karena memilih berhenti mengerjakan pekerjaan, Sobat akan kehilangan motivasi dan akhirnya tidak menikmati pekerjaan yang seharusnya Sobat selesaikan dan kehilangan motivasi untuk menyelesaikannya.

Kunci untuk tetap termotivasi dalam keadaan apapun adalah mengambil pekerjaan sesuai kapasitas diri dan Sobat merasa ingin serta mampu melakukannya. Mampu melewati hari Sobat tanpa merasa stres dan dikejar waktu sangat membantu Sobat untuk menjaga tujuan dan motivasi tetap utuh.

Jika Sobat merasa kewalahan, penting bagi Sobat untuk mempelajari keterampilan manajemen waktu yang lebih baik dan ambil waktu untuk memahami diri sendiri untuk mengetahui waktu-waktu tertentu di mana Sobat dapat lebih produktif dalam bekerja sehingga dapat menyelesaikan lebih banyak pekerjaan.

Tujuan Sobat terlalu besar dan tidak terukur

Memiliki tujuan memang diperlukan untuk terus menjaga motivasi bekerja. Namun, mungkin tujuan Sobatlah yang sebenarnya menjadi sumber masalah motivasi Sobat saat ini.

Coba lihat kembali tujuan atau target Sobat saat ini. Apakah seperti ini?

  • Mau meluncurkan website dan mengisinya dengan 200 artikel dalam satu tahun.
  • Mendapatkan keuntungan bersih tahun 2021 sebesar 2 miliar.

Jika iya, maka coba ubah target tersebut menjadi target yang lebih terukur. Seperti ini:

  • Target artikel setiap minggu yaitu 3 artikel dan perbulan 12 artikel.
  • Target keuntungan bersih perbulan adalah 200 juta.

Perbedaan antara kedua tujuan tersebut adalah bahwa yang satu terlalu besar dan tidak jelas, sedangkan yang kedua lebih spesifik dan terukur.

Selanjutnya, pikirkan tentang cara mencapai target atau tujuan tersebut. Apakah target tersebut diisi dengan pekerjaan tanpa akhir yang tampaknya mustahil untuk diselesaikan atau diisi dengan langkah-langkah kecil yang jelas serta membuat Sobat termotivasi ketika Sobat menyelesaikannya?

Jika tujuan Sobat terlalu besar dan dan tidak terukur, Sobat malah akan membuat diri sendiri kewalahan dan merasa tidak termotivasi. Langkah-langkah yang lebih kecil jauh lebih mudah untuk dicapai dan akan membuat Anda tetap termotivasi untuk mencapai tujuan akhir yang lebih besar.

Membandingkan diri dengan orang lain

Sobat pasti pernah merasa bahwa Sobat tertinggal di belakang dari teman-teman seumuran Sobat. Pikiran-pikiran seperti ‘Kok mereka udah memiliki banyak pencapaian?’ atau ‘Kok mereka sudah melakukan banyak hal? Padahal, kan, kita seumuran? Kayaknya yang aku kerjakan selama ini nggak berguna, deh.”

Sobat pasti pernah, kan, berpikir seperti di atas? Karena memang sangat mudah untuk masuk dalam pemikiran seperti ini. Dan ketika Sobat sudah masuk dalam siklus membandingkan diri sendiri, akan sangat susah untuk keluar dari siklus itu.

Perlu komitmen dan kekuatan besar untuk setidaknya mengontrol pemikiran-pemikiran tersebut. Karena pada dasarnya memang sifat manusia untuk selalu berkompetisi.

Sebenarnya membandingkan diri dengan orang lain tidak sepenuhnya buruk, jika Sobat mampu mengontrolnya. Kuncinya adalah kontrol diri. Karena dengan mengalanisis orang lain dan membandingkan diri, maka Sobat akan dapat menemukan hal apa saja yang perlu diperbaiki dan akan membantu Sobat menjadi pribadi lebih baik.

Namun, sebaliknya, jika Sobat tidak punya kontrol atas pemikiran tersebut, maka Sobat akan masuk kedalam siklus tak berkesudahan yang dapat menurunkan bahkan menghilangkan motivasi.

Itu dia 5 alasan Sobat merasakan demotivasi. Jika Sobat menyukai artikel ini dan tidak ingin ketinggalan artikel baru terkait bisnis serta tips&trik, Sobat dapat klik di sini.

Baca juga: 5 Hal yang Dapat Membuat Tahun 2021 Menjadi lebih Baik

Bagikan kepada sobat lainnya

Download Aplikasinya

Enable Notifications OK No thanks