5 Tips Menjual Produk Online untuk Pemula

9 October 2021 • By heppi

Memulai perjalanan bisnis bukanlah hal yang mudah terutama bagi seorang pemula. Ada banyak hal yang perlu dilakukan yang berpeluang membuat pelaku bisnis merasa stres. Namun, di antara banyak hal yang perlu dilakukan, proses menjual produk mungkin menjadi salah satu proses yang paling menguras tenaga dan pikiran.

Bagi pebisnis pemula, beban untuk dapat menjual produk dan menghasilkan banyak keuntungan sangatlah besar. Namun, seringkali beban ini tidak diikuti oleh pengetahuan bagaimana proses menjual produk yang tepat.

Tips menjual produk online
5 Tips menjual produk online untuk pemula (Sumber: ALMA)

Untuk memudahkan Sobat menjual produk, berikut 5 tips menjual produk online untuk pemula. Yuk, simak penjelasannya di bawah!

5 tips menjual produk online untuk pemula

Ketahui target konsumen Sobat

Aturan pertama jika Sobat ingin sukses dalam meningkatkan penjualan adalah mengetahui target konsumen Sobat.

Hal ini tidak hanya membuat tingkat keberhasilan bisnis menjadi lebih tinggi, tetapi juga berarti Sobat tidak perlu membuang waktu untuk menjangkau orang-orang yang tidak akan pernah tertarik dengan produk atau layanan Sobat.

Salah satu cara paling sederhana untuk menentukan target audies Sobat adalah dengan mengidentifikasi profil konsumen ideal. Profil ini biasanya terdiri dari informasi logistik dan geografis seperti umur, jenis kelamin, pendapatan per bulan, domisili, hingga masalah-masalah yang mungkin sedang mereka hadapi.

Cara ini memang terlihat sederhana, tapi sangat efektif untuk mempersempit target konsumen Sobat menjadi mereka yang kemungkinan besar akan membeli produk Sobat.

Fokus kepada tujuan konsumen, bukan tujuan bisnis Sobat

Seringkali saat aktivitas penjualan terjadi, pemilik bisnis ataupun salesman hanya berfokus pada tujuan bisnis mereka sendiri. Hal ini tidak salah, karena berfokus pada bisnis adalah suatu keharusan. Namun, sebenarnya cara lain yang akan memudahkan Sobat untuk mencapai tujuan bisnis, yaitu dengan berfokus pada tujuan konsumen.

Karena sebenarnya, konsumen bisa merasakan niat Sobat yang sesungguhnya. Apakah Sobat hanya memikirkan bisnis Sobat sendiri (yang penting produk terjual) atau Sobat benar-benar ingin membantu konsumen dengan masalah mereka.

Apa saja poin masalah mereka? Tantangan apa yang sedang mereka alami? Faktor apa yang membuat mereka ragu untuk melakukan pembelian produk atau layanan Sobat?

Ajukan pertanyaan-pertanyaan ini kepada calon pembeli, dan kemudian pertimbangkan apakah produk atau layanan Sobat benar-benar dapat membantu memecahkan masalah mereka.

Jika bisa, jelaskan caranya. Tawarkan mereka beberapa saran terkait masalah mereka, dan tambahkan nilai pada proses penjualan bisnis Sobat.

Jual nilai produk, bukan spesifikasi

Menuliskan atau menjelaskan semua fitur dan spesifikasi produk atau layanan Sobat adalah kesalahan yang seringkali dilakukan oleh pebisnis apapun skala bisnisnya.

Memang benar bahwa calon pembeli ingin tahu apa yang mereka beli. Tetapi mereka sebenarnya ingin tahu bahwa produk yang mereka beli akan menyelesaikan masalah mereka.

Jadi, pilih fitur yang Sobat pikir akan mereka gunakan dan jelaskan bagaimana spesifikasi produk dapat mengatasi masalah mereka.

Contoh, jika Sobat menjual produk mesin cuci. Jangan jelaskan bahwa mesin cuci dibuat dengan teknologi terbaru, memiliki fitur low watt yang hanya mengonsumsi listrik sebesar 245 watt. Namun, jelaskan bahwa mesin cuci tersebut memiliki fitur yang dapat membantu calon pembeli untuk mencuci lebih banyak tanpa mengonsumsi banyak daya listrik sehingga tagihan listrik bulanan tidak akan membengkak.

Riset adalah kunci

Proses menjual produk dimulai dengan melakukan riset terutama jika Sobat menjual produk atau layanan yang memiliki spesifikasi dan harga yang tinggi.

Untuk membuat target konsumen tertarik dan terkesan, Sobat perlu mencari tahu apapun tentang konsumen Sobat, masalah yang mereka hadapi, faktor apa saja yang membuat mereka belum dapat menemukan solusi yang tepat atas masalah mereka, serta kompetitor Sobat yang juga menyasar target konsumen yang sama.

Mungkin tips ini terkesan kompleks, tapi sebenarnya Sobat dapat melakukan riset ini dengan cara mudah. Sobat hanya perlu menggunakan mesin pencari (Google) untuk mengetahui berita atau tren yang sedang banyak dibicarakan oleh target konsumen Sobat.

Selain itu, Sobat juga dapat menggunakan media sosial untuk mendapatkan banyak informasi terkait target konsumen Sobat. Mulai dari topi kapa saja yang mereka bicarakan, hingga preferensi produk yang ingin mereka beli.

Cara ini mungkin tidak secara langsung membantu meningkatkan penjualan, tapi cara ini dapat membantu Sobat mengetahui bagaimana pendekatan yang tepat untuk menjangkau target konsumen dan meyakinkan mereka untuk membeli.

Personalisasikan setiap proses penjualan

Personalisasi adalah kunci dalam penjualan dan pemasaran.

Karena konsumen telah terbiasa dengan layanan sesuai permintaan dan rekomendasi yang dipersonalisasi yang didukung oleh algoritme canggih, konsumen mulai mengharapkan hal yang sama dari pengalaman pelanggan mana pun.

Inilah alasan mengapa penting untuk mempersonalisasi proses Sobat. Namun, bagaimana caranya?

Pada skala yang lebih sederhana, personalisasi dapat berarti menyapa pelanggan dengan nama mereka setiap Sobat mengirimkan email marketing ataupun push notifikasi.

Personalisasi yang lebih kompleks  dapat berupa penawaran lebih mendalam, atau secara teratur mengirimkan konten dirancang untuk membantu memecahkan masalah yang konsumen ceritakan kepada Sobat.

Nah, itu dia 6 tips menjual produk untuk pemula, jika Sobat menyukai artikel ini dan tidak ingin ketinggalan artikel baru terkait bisnis serta tips&trik, Sobat dapat klik di sini.

Baca juga: Bisnis Sobat Mulai Lesu? Coba 5 Trik Meningkatkan Penjualan Ini

Bagikan kepada sobat lainnya
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Download Aplikasinya