6 Hal yang Perlu Sobat Ketahui sebelum Berinvestasi di Pasar Saham

24 September 2021 • By heppi

Jika Sobat sedang memikirkan investasi yang dapat mengalahkan inflasi dan memberikan Sobat keuntungan yang besar, maka Sobat dapat mulai berinvestasi di pasar saham.

Karena jika Sobat memiliki ilmu dan memahami strategi yang tepat, pasar saham dapat membantu Sobatt menghasilkan banyak uang. Namun, Sobat juga dapat kehilangan semua uang yang diinvestasikan jika Sobat tergoda untuk berinvestasi secara acak tanpa mengetahui seluk beluk pasar yang dipilih.

Berinvestasi di pasar saham
6 Hal yang perlu Sobat ketahui sebelum berinvestasi di pasar saham (Sumber: Pexels)

Oleh karena itu, ada 6 hal yang harus Sobat ketahui sebelum terjun ke pasar saham. Berikut penjelasannya di bawah:

6 hal yang perlu Sobat ketahui sebelum berinvestasi di pasar saham

Pelajari hal-hal dasar

Sebelum melakukan investasi pertama Sobat, luangkan waktu untuk mempelajari hal-hal dasar tentang pasar saham dan sekuritas yang menyusun pasar.

Pelajari tentang istilah-istilah saham, analisis teknik dan fundamental serta pelajari beberapa pemahaman tentang pasar dan hubungannya dengan ekonomi seperti hubungan pasar dengan inflasi, PDB, defisit fiskal, harga minyak mentah ataupun nilai rupee terhadap dolar.

Orang-orang kehilangan uang di pasar karena mereka langsung melompat ke pasar tanpa memahami siklus pasar ekonomi dan investasi.

Hanya gunakan uang yang menganggur untuk berinvestasi

Kesalahan terbesar yang dilakukan investor pemula adalah menginvestasikan uang yang sebenarnya digunakan untuk keperluan lainnya, karena percaya dengan narasi yang menjanjikan keuntungan besar.

Perlu Sobat ingat bahwa berinvestasi di pasar saham sangatlah berisiko. Hal ini berarti Sobat berpotensi kehilangan seluruh uang yang diinvestasikan.

Karena seperti investasi apa pun, ada risiko bawaan yang terkait dengan pasar saham. Beberapa adalah risiko yang terkait dengan pasar secara keseluruhan sebagai risiko sistematis yang tidak dapat Sobat hindari dan sebagian adalah risiko yang dapat Sobat hindari.

Untuk itu Sobat perlu memutuskan toleransi risiko Sobat sendiri dengan mempertimbangkan usia, kekuatan finansial, tujuan pensiun, dll, sehingga ketika Sobat mengalami kerugian, Sobat masih memiliki anggaran untuk membiayai kebutuhan hidup.

Pasar saham bukan alat penghasil uang

Sobat pasti pernah mendengar banyak cerita tentang investor yang meraup untung besar dengan berinvestasi saham.

Cerita-cerita tersebut kemudian membuat banyak orang percaya bahwa pasar saham adalah mesin penghasil uang, yang dapat membuat investor menjadi jutawan dalam jangka waktu tertentu.

Memang benar banyak investor yang meraup untung melalui pasar saham. Namun, hal itu hanya mungkin terjadi karena mereka memiliki pengetahuan pasar yang baik, membuat pilihan yang sangat cerdas dengan menerapkan strategi yang dipikirkan dengan cermat, dan juga sangat disiplin untuk terus belajar.

Karena pada faktanya ada banyak orang yang bahkan kehilangan seluruh kekayaan mereka, sementara beberapa terpaksa menjual aset pribadi mereka untuk menutupi kerugian investasi.

Diversifikasi, tetapi hindari diversifikasi berlebihan

Jangan pernah menaruh semua uang Sobat dalam satu saham. Buat portofolio saham yang terdiversifikasi dengan baik yang dapat membantu Sobat mengurangi risiko dan menyelamatkan Sobat dari kerugian jika beberapa saham tidak berkinerja baik.

Selain itu, hindari diversifikasi yang berlebihan, karena peningkatan jumlah saham hingga batas tertentu membantu dalam mendiversifikasi risiko secara proporsional, tetapi di luar jumlah saham tertentu, investasi Sobat malah tidak dapat tumbuh dengan baik.

Jangan biarkan emosi memengaruhi investasi Sobat

Selalu ingat untuk tidak melibatkan emosi Sobat dalam berinvestasi saham karena banyak investor akhirnya kehilangan uang di pasar saham akibat ketidakmampuan mereka untuk mengendalikan emosi.

Singkirkan perasaan serakah dan takut. Jangan berinvestasi dalam saham spekulatif yang tidak diketahui informasi detailnya hanya karena terpikat oleh janji untung yang besar memahami risiko yang dapat terjadi.

Miliki ekspektasi realistis

Berharap untuk ‘yang terbaik’ dari investasi yang Sobat lakukan memang bukan hal yang salah, tetapi Sobat bisa menghadapi masalah jika tujuan keuangan Sobat didasarkan pada asumsi yang tidak realistis.

Misalnya, saham Sobat telah memberikan keuntungan 100% dari nominal yang diinvestasikan dalam beberapa tahun terakhir. Namun, itu tidak berarti bahwa Sobat akan terus mendapatkan keuntungan yang sama di tahun berikutnya.

Terakhir, penting untuk memantau investasi Sobat dan meninjaunya secara berkala karena setiap peristiwa penting yang terjadi di belahan dunia mana pun berdampak pada investasi saham Sobat.

Baca juga: 5 Tips Mengatur Keuangan untuk Pemula

Bagikan kepada sobat lainnya
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Download Aplikasinya