Sobat sedang kesulitan mencari ide bisnis untuk menambah pendapatan? Mungkin Sobat dapat mencoba ide bisnis pre-loved.
Bisnis pre-loved adalah bisnis yang menjual produk milik Sobat yang tidak lagi digunakan. Dan dengan semakin gencarnya kampanye terkait sustainable fashion (mode berkelanjutan) untuk membantu bumi agar lebih sehat, bisnis pre-loved ini sedang menjadi tren.

Jika Sobat memiliki banyak barang di rumah yang sudah tidak lagi dipakai, tapi masih dalam kondisi yang baik, Sobat dapat mencoba ide bisnis ini untuk mengubahnya menjadi pendapatan dan memanjangkan umur barang.
7 step membuka bisnis pre-loved online
Daftar isi
Pilah barang yang akan dijual
Step pertama yang perlu Sobat lakukan untuk memulai bisnis pre-loved online adalah memilah barang yang Sobat miliki untuk menentukan produk mana yang akan dijual dan yang akan tetap dipakai.
Dalam bisnis pre-loved, sebenarnya Sobat dapat menjual produk apapun, mulai dari pakaian, make up, hingga peralatan rumah tangga. Untuk itu Sobat dapat menentukan sendiri produk yang ingin dijual sesuai dengan barang-barang yang tidak ingin lagi dipakai.
Tentukan target konsumen
Setelah memilah barang yang akan dijual, selanjutnya Sobat perlu menentukan target konsumen.
Lihat kembali apa saja barang yang telah terkumpul untuk dijual kembali. Jika barang yang terkumpul memiliki banyak jenis, mungkin Sobat dapat berfokus pada 1 jenis barang terlebih dahulu untuk memudahkan Sobat menentukan target konsumen dan memasarkan produk.
Selain itu, untuk menentukan target konsumen, Sobat juga dapat melihat diri Sobat sendiri. Karena bisnis pre-loved adalah menjual produk milik diri sendiri yang sudah tidak lagi dipakai, maka Sobat dapat menentukan target konsumen yang mirip dan kira-kira memiliki selera yang sama dengan Sobat.
Jika produk yang akan dijual adalah pakaian, maka lihat kembali style bajunya. Apakah casual, street wear, formal atau chic.Tentukan juga demografi target konsumen seperti umur, domisili, pekerjaan, gaji, dan lainnya.
Temukan unique selling point
Unique selling point (USP) sangat penting jika Sobat akan membuat bisnis apapun termasuk bisnis pre-loved. Karena USP inilah yang menjadi pembeda bisnis Sobat dari bisnis lainnya. Dan USP inilah yang akan membuat bisnis Sobat menonjol di antara banyaknya kompetitor.
Jika Sobat tidak bisa menemukan USP dari produk yang akan Sobat jual, maka buatlah sendiri USPnya. USP dapat se-sederhana dan se-remeh memberikan pelayanan konsumen yang prima, baik sebelum dan setelah barang dikirim. Meskipun sebenarnya tidak ada hal remeh dalam USP.
Contoh lain, di masa pandemi ini, konsumen mungkin lebih berhati-hati untuk membeli produk pakaian, ada banyak ketakutan jika pakaian tersebut membawa virus. Untuk itu, Sobat dapat menginformasikan kepada konsumen bahwa pakaian yang mereka beli telah terlebih dahulu dicuci bersih sebelum dikirim.
Jika konsumen masih belum percaya, Sobat juga dapat mengunggah konten video yang menunjukkan proses cuci baju di akun media sosial bisnis Sobat.
Buat akun media sosial
Karena Sobat akan menjual produk pre-loved secara online, berarti Sobat harus membuat akun media sosial, seperti Instagram, Facebook, atau Twitter. Tergantung preferensi dan di mana target konsumen Sobat berada.
Membuat akun media sosial juga bukan hanya untuk mengunggah produk (katalog), tapi juga untuk memudahkan Sobat melakukan kegiatan pemasaran. Dengan media sosial, Sobat dapat menggunakan fitur untuk mengiklankan produk agar menjangkau lebih banyak target konsumen.
Buat daftar syarat dan ketentuan terkait produk
Sebagai pebisnis, Sobat pasti mengetahui bahwa komplain produk tidak bisa dihindari, begitu juga dengan produk pre-loved. Bahkan mungkin menjual produk pre-loved lebih berisiko mendapatkan komplain terkait kualitas produk, meskipun semua detail produk sudah Sobat tulis dan informasikan secara langsung kepada konsumen.
Untuk itu, agar Sobat dapat menangani komplain dan menawarkan solusi dengan baik, Sobat perlu membuat daftar syarat dan ketentuan terkait komplain produk. Contohnya, agar lebih adil untuk kedua belah pihak, Sobat dapat membuat ketentuan “sertakan video unboxing ketika mengajukan komplain” dan menuliskannya pada kolom deskripsi produk akun media sosial ataupun di dalam kemasan produk.
Melakukan SEO
Setelah membuat akun media sosial, agar lebih banyak orang mengetahui bisnis Sobat, Sobat harus melakukan beberapa SEO (Search Engine Optimization).
Sobat pasti tau, ketika kita mencari produk yang ingin di beli, pada platform Instagram misalnya, kita pasti menuliskan kata kunci pada kolom pencarian. Contohnya, saat Sobat ingin membeli buku berbahasa Inggris, mungkin Sobat akan mengetikan kata kunci “jual buku bahasa Inggris”, “jual buku import”, atau “buku import”.
Begitu juga dengan bisnis pre-loved. Sobat perlu menggunakan kata kunci-kata kunci yang cocok pada caption, hashtag, dan juga bio profil Instagram. Dengan cara ini bisnis Sobat akan lebih mudah ditemukan oleh target konsumen Sobat.
Gunakan fitur iklan pada platform media sosial
Jika optimasi SEO merupakan strategi pemasaran gratis, maka iklan adalah strategi pemasaran berbayar.
Bagi Sobat yang memiliki anggaran lebih untuk kegiatan pemasaran untuk mengguanakan fitur iklan ini, karena Sobat dapat menjangkau lebih banyak target konsumen yang sesuai dengan demografi yang telah Sobat tentukan sebelumnya.
Nah, itu dia x step membuka bisnis pre-loved. Segera lihat kembali barang-barang yang Sobat miliki, lalu pilah dan pisahkan barang yang masih dipakai dan tidak dipakai. Sobat mungkin dapat membuat bisnis dan mendapatkan keuntungan besar dari ide sederhana ini.
Jika Sobat menyukai artikel ini dan tidak ingin ketinggalan artikel baru terkait bisnis serta tips&trik, Sobat dapat klik di sini.
Baca juga: 5+ Ide Bisnis Kecil yang Dapat Sobat Mulai Segera di Tahun 2021




