Penting! 6 Cara Mendapatkan Feedback dari Pelanggan

29 July 2021 • By heppi

Kita tahu bahwa mengumpulkan dan menganalisis umpan balik pelanggan adalah hal yang sangat berharga untuk meningkatkan produk atau layanan Sobat.

Namun, mendapatkan umpan balik itu sendiri sering kali terbukti menjadi tantangan yang sulit bagi banyak bisnis. Karena keputusan pembelian dimotivasi oleh tujuan konsumen sendiri, jadi sebenarnya memberikan feedback bukanlah tanggung jawab konsumen.

Banyak alasan mengapa pelanggan yang enggan mengisi survei atau berpartisipasi dalam ulasan. Mulai dari pelanggan memiliki jadwal yang sibuk, sampai merasa tidak nyaman membagikan ulasan jujur tentang produk dan layanan Sobat.

Mendapatkan feedback dari pelanggan
6 cara mendapatkan feedback dari pelanggan (Sumber: Ryan Clark)

Oleh karena itu, saat meminta feedback pelanggan, Sobat perlu memikirkan banyak metode dengan mempertimbangkan situasi dan kondiri masing-masing konsumen. Berikut 6 cara yang dapat Sobat coba lakukan untuk meminta dan mengumpulkan feedback dari pelanggan.

6 cara mendapatkan feedback dari pelangggan

Kirim email lanjutan

Metode yang paling sering digunakan untuk meminta umpan balik pelanggan adalah email. Email dikirim setelah layanan diberikan atau saat produk sudah dikirim dan diperkirakan telah sampai ke konsumen.

Jika Sobat sering berbelanja online atau menginap di hotel, Sobat pasti pernah menerima permintaan untuk menilai pengalaman melalui email secara otomatis setelah pesanan diterima atau setelah check-out dari hotel.

Apabila Sobat belum mampu untuk membuat email otomatis untuk meminta umpan balik, tidak masalah. Sobat tetap dapat mengirim email secara manual dengan terlebih dahulu meminta email kepada konsumen.

Mengirimkan survei lewat SMS

Kita seringkali meremehkan kekuatan SMS karena “ketinggalan jaman”. Padahal SMS adalah salah satu saluran paling ampuh untuk meminta umpan balik dari pelanggan.

Karena tidak membutuhkan koneksi internet, SMS adalah cara yang bagus untuk berkomunikasi dengan pelanggan yang sudah ada dan calon pelanggan baru. Dengan peluang dibaca lebih tinggi dari pada email, SMS adalah alternatif yang kuat untuk digunakan ketika Sobat hanya memiliki data nomor telepon konsumen.

Buat kartu kritik dan saran

Jika bisnis Sobat memiliki toko fisik, maka memberikan kartu kritik dan saran kepada konsumen yang telah selesai membeli produk atau menggunakan layanan adalah cara yang efektif untuk mendapatkan feedback tentang pelayanan yang telah diberikan.

Cara ini mungkin akan menambah pengeluaran untuk mencetak kartu, membeli pena, serta menambah waktu untuk memindahkan data fisik menjadi digital agar lebih mudah dianalisis. Namun, jika bisnis utama Sobat berupa toko fisik, maka cara patut untuk dipertimbangkan.

Melakukan wawancara dengan konsumen

Cara ini dapat dilakukan secara tatap mata saat konsumen berkunjung ke toko offline atau melalui telepon.

Sobat tidak perlu merasa tidak enak hati untuk meminta waktu wawancara konsumen karena pelanggan yang sering menggunakan atau membeli produk dan menyukai pelayanan Sobat akan dengan senang hati memberikan feedback jika Sobat bertanya kepada mereka.

Memantau platform media sosial

Memantau platform media sosial yang Sobat miliki telah menjadi cara yang murah dan efisien untuk berkomunikasi dengan target konsumen Sobat.

Hal ini karena banyak target konsumen yang sudah berpartisipasi aktif dalam platform seperti Facebook, Twitter, dan Instagram, dan Sobat Judah tidak perlu mengeluarkan biaya apapun untuk bergabung dalam percakapan mereka.  Jadi, tanggapi komentar, kirim pesan langsung, dan libatkan audiens dalam proses bisnis untuk melihat bagaimana perasaan konsumen tentang bisnis Sobat.

Selain itu, jika tim Sobat menemukan ulasan negatif, pastikan untuk menanggapinya dengan cepat. Pengguna media sosial aktif mengharapkan respons yang cepat, jadi Sobat harus mendedikasikan sumber daya untuk setiap platform media sosial yang bisnis Sobat miliki.

Tawarkan insentif untuk setiap feedback

Pada faktanya, melakukan survey adalah mengambil Sebagian waktu berharga dari jadwal sibuk pelanggan.

Nah, untuk membuat pelanggan tidak merasa rugi telah memberikan waktu mereka untuk mengisi form kritik dan saran, Sobat dapat menawarkan reward khusus.

Meskipun uang atau diskon adalah pilihan yang bagus, perlu diingat bahwa insentif juga tidak harus berupa uang tunai. Sobat dapat memberi insentif kepada pelanggan dengan cara lain seperti memberikan konten gratis yang berguna untuk membantu meningkatkan karir mereka, seperti  e-book, katalog special, hasil riset atau pamflet pendidikan yang membantu mereka mencapai tujuan mereka.

Feedback yang didengar dan ditindak lanjuti akan meningkatkan kepuasan pelanggan

Jelas bahwa kepuasan pelanggan tidak lagi hanya menjadi tanggung jawab tim layanan pelanggan, tetapi merupakan elemen mendasar bagi semua departemen yang berinteraksi dengan pelanggan.

Dengan meminta feedback kepada pelanggan, Sobat tidak hanya akan menghasilkan lebih banyak pelanggan dengan biaya yang efektif untuk bisnis, tetapi mereka akan menjadi lebih setia kepada bisnis Sobat dalam jangka panjang dan bahkan dengan sukarela menjadi pemasar produk Sobat dengan merekomendasikan produk kepada orang-orang terdekat mereka.

Jika Sobat menyukai artikel ini dan tidak ingin ketinggalan artikel lain terkait bisnis serta tips&trik, Sobat dapat klik di sini.

Baca juga: 5 Cara Membuat Pelanggan Loyal dalam Bisnis

Bagikan kepada sobat lainnya
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Download Aplikasinya