5 Risiko Bisnis Kecil yang Perlu Sobat Waspadai

4 November 2021 • By admin_it

Bisnis kecil sangatlah unik. Mereka tidak memiliki sumber daya dan pengetahuan yang besar sebesar perusahaan dengan keuntungan triliunan.

Dan karena hal ini, ketika bisnis kecil dihadapkan pada masalah yang sama dengan masalah yang dihadapi oleh bisnis yang sudah matang, mereka cenderung lebih rentan terdampak dan membutuhkan waktu pemulihan lebih lama.

Risiko bisnis kecil
5 risiko bisnis kecil yang perlu diwaspadai (Sumber: Adeolu Eletu)

Berikut 5 risiko terbesar yang dihadapi bisnis kecil. Yuk, simak!

5 risiko terbesar yang dihadapi bisnis kecil

Risiko keuangan

Risiko utama dan terbesar yang dihadapi oleh bisnis kecil adalah risiko keuangan.

Pendiri bisnis kecil biasanya menginvestasikan semua tabungan yang dimiliki atau mengambil pinjaman dalam jumlah besar untuk mengembangkan bisnis, sehingga tekanan untuk membuat bisnis menjadi sukses sangat besar.

Oleh karena itu, untuk memberikan peluang besar kesuksesan pada bisnis, perhatikan arus kas dari awal memulai bisnis. Sobat harus mempertimbangkan dari mana uang akan masuk untuk mempertahankan operasi bisnis, membayar karyawan, dan berinvestasi dalam penetrasi dan pertumbuhan pasar.

Bergantung pada industrinya, Sobat mungkin harus melakukan investasi awal yang besar dan mungkin membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk mulai mendapatkan keuntungan dari investasi yang dikeluarkan (return of investment). Persiapan dan perencanaan yang matang, serta dukungan dari pihak ketiga, dapat membantu Sobat mengurangi risiko ini.

Risiko strategi

Terkadang sulit untuk mengetahui strategi apa yang perlu di ambil pada tahap awal memulai bisnis. Masih banyak juga proses bisnis yang belum matang seperti target pasar, strategi pemasaran dan penjualan, hingga proses produksi produk.

Perubahan lingkungan eksternal juga dapat meningkatkan risiko strategi untuk bisnis. Contohnya adanya kompetitor baru yang muncul dengan produk dan layanan yang sama, teknologi baru yang lebih memberikan efektifitas proses bisnis, ataupun peraturan baru pemerintah yang memaksa Sobat untuk merubah cara kerja bisnis.

Untuk mengatasi risiko ini Sobat hanya perlu mempersiapkan beberapa rencana melalui penelitian dan perencanaan. Kumpulkan beberapa orang dari setiap divisi untuk berdiskusi dan membuat daftar risiko yang mungkin bisnis Sobat akan temui. Lakukan riset tren, kompetitor dan pengalaman yang telah dilakukan sebelumnya.

Melakukan perbaikan secara konsisten dengan juga melihat tren eksternal dapat membantu bisnis Sobat untuk terus berada pada jalur tepat.

Risiko reputasi

Risiko reputasi adalah risiko yang sering kali diabaikan oleh banyak pelaku bisnis. Sementara pada kenyataannya reputasi adalah aset terpenting untuk bisnis. Terlebih untuk bisnis kecil, karena mereka membutuhkan reputasi baik untuk berkembang.

Di era media sosial dan teknologi saat ini membuat pengelolaan reputasi menjadi mudah sekaligus sulit. Menjadi lebih sulit karena sekarang konsumen memiliki banyak platform untuk membagikan pengalaman mereka dengan suatu bisnis. Baik pengalaman positif ataupun negatif.

Menjadi lebih mudah karena sekarang percakapan tentang pengalaman pelanggan tidak lagi hanya terjadi di ruangan tertutup, tapi langsung ditujukan pada bisnis di platform terbuka. Sehingga pelaku bisnis dapat dengan cepat melakukan evaluasi dan melakukan perbaikan.

Risiko gangguan bisnis

Setiap bisnis dapat menghadapi gangguan kapan saja.

Contohnya adalah gangguan bencana alam yang mungkin terjadi di sekitar lokasi kantor yang menimbulkan kerusakan pada peralatan sehingga menghambat pekerjaan. Atau, jika Sobat masih terdiri dari tim kecil, bahkan jatuh sakit juga dapat menjadi gangguan dalam melakukan operasi bisnis.

Gangguan-gangguan bisnis seperti di atas sebenarnya tidak akan memberikan dampak besar, jika Sobat sudah siap dengan rencana dukungan lainnya (back up plan). Namun, yang jadi masalah adalah risiko gangguan bisnis ini sebagian besar tidak dapat diprediksi. Sobat perlu terus terinformasi dengan hal-hal yang berhubungan dengan proses bisnis Sobat untuk dapat membuat back up plan guna meminimalisir dampak risiko gangguan bisnis.

Risiko keamanan

Risiko digital (cyber risk) adalah ancaman kerugian finansial, gangguan, atau kerusakan reputasi pada suatu organisasi karena adanya kegagalan dari sistem TI-nya (teknologi informasi).

Semakin terampil dan canggihnya hacker serta semakin gencarnya bisnis dalam mengumpulkan lebih banyak data pribadi dari pelanggan mereka, menghadirkan risiko keamanan yang kuat yang harus dimitigasi secara aktif melalui protokol dan pemantauan keamanan.

Untuk itu, saran terbaik untuk setiap pemilik bisnis baru adalah memformalkan manajemen risiko sejak awal.

Itu tidak harus sempurna. Namun, dengan mempertimbangkan semua risiko dan merencanakan bagaimana cyber risk akan dimitigasi akan membantu mengurangi biaya terkait risiko.

Terakhir, dengan banyaknya risiko yang dihadapi oleh bisnis kecil, memiliki manajemen risiko yang baik akan melindungi reputasi bisnis dan membantu merencanakan kemungkinan dan rencana dukungan. Cara ini akan membuat bisnis lebih menguntungkan dan memastikan umur panjang perusahaan.

Jika Sobat menyukai artikel ini dan tidak ingin ketinggalan artikel baru terkait bisnis serta tips&trik, Sobat dapat klik di sini.

Baca juga: 6 Persepsi Salah yang Dapat Menghancurkan Bisnis Kecil Sobat

Bagikan kepada sobat lainnya

Download Aplikasinya

Enable Notifications OK No thanks