5 Tips Jitu Mengelola THR Biar Nggak Cepat Ludes

27 April 2021 • By heppi

THR atau tunjangan hari raya adalah tunjangan yang selalu dinantikan oleh semua karyawan. Karena nominalnya bisa sampai satu kali gaji atau dengan perhitungan masa kerja. Berapapun jumlah yang diterima, intinya Sobat mendapatkan pemasukan tambahan yang biasanya dibayarkan maksimal seminggu sebelum lebaran.

Tips jitu mengelola THR
5 tips jitu mengelola THR (Sumber: Freepik)

Namun, adanya pemasukan tambahan seringnya meningkatkan keingingan Sobat untuk berbelanja. Malah terkadang, sebelum THR cair, Sobat sudah terlebih dahulu memiliki daftar belanja yang akan Sobat beli langsung ketika Sobat telah menerima tunjangan hari raya.

Pengeluaran belanja lebaran ini, jika diteruskan tanpa adanya pengelolaan THR yang baik akan langsung membuat THR yang Sobat terima langsung ludes tak bersisa. Dan biasanya akan diikuti dengan pemikiran semacam “Kok THR aku udah habis aja? Aku beli apa aja sih?” Untuk menghindari hal tersebut, berikut ada tips jitu mengelola THR biar nggak cepet ludes yang harus Sobat terapkan saat nanti tunjangan telah cair.

5 Tips jitu mengelola THR

Buat pembagian budget

Hal pertama dan yang paling utama yang perlu Sobat lakukan adalah membuat daftar belanja yang Sobat butuhkan berserta dengan nominal pasti atau perkiraan yang mendekati. Sebagai contoh zakat dan sedekah sebesar 500ribu, THR sepupu 500ribu, baju lebaran dan produk perawatan kulit sebesar 1 juta.

Dengan cara tersebut, Sobat dapat mengetahui berapa banyak uang yang Sobat butuhkan. Dan juga mengetahui apakah THR Sobat mencukupi pengeluaran tersebut.

Dahulukan pengeluaran dalam daftar yang telah dibuat

Setelah membuat pembagian budget, ketika THR sudah Sobat terima, langsung sisihkan tunjangan pada pos-pos yang Sobat buat. Sebisa mungkin hindari pengeluaran impulsive atau pengeluaran diluar pos-pos yang telah Sobat buat.

Jika Sobat tidak dapat menahan untuk membeli produk diluar daftar belanja, ingat kembali bahwa jika Sobat tidak dengan bijak membelanjakan uang tunjangan hari raya, Sobat tidak lagi memiliki uang simpanan.

Jangan lupa untuk membayar utang dan cicilan

Jika Sobat memiliki cicilan dan hutang, jangan lupa untuk membuat pos tersebut. Gunakan 10% dari THR Sobat untuk membayar cicilan serta hutang. Mungkin nominal 10% dari tunjangan belum mampu membayar lunas, namun akan sangat mengurangi beban Sobat dalam membayar tanggungjawab hutang dan cicilan kedepannya.

Belanja sesuai kemampuan

Tahun ini hari raya lebaran masih berbeda karena pandemi belum berakhir. Untuk itu, jangan lupa bahwa situasi kedepan masih sangat tidak dapat diprediksi. Belanjalah kebutuhan lebaran sesuai kemampuan yang Sobat miliki.

Satu hal yang perlu diingat adalah jangan sampai Sobat berhutang untuk membeli keperluan yang tidak dibutuhkan atau hanya sekedar keingan saja.

Jangan lupa menabung dan membuat pos dana darurat

Jangan hanya menggunakan tunjangan untuk berbelanja, tapi juga sisihkan untuk dana darurat dan menabung. Prita Hapsari, CEO serta principal consultant ZAPfinance mengatakan bahwa Sobat perlu menyisihkan 5-10% dari gaji ataupun pemasukan lainnya agar Sobat dapat bersiap untuk situasi tidak terduga.

Prita Ghozie juga mengungkap bahwa THR paling banyak dipakai untuk konsumsi makan dan minum, yakni sebesar 90%, diikuti dengan membeli baju dan elektronik baru sebesar 77%, angpao sebesar 72%, dan zakat hanya sebesar 67%.

Menurutnya, kunci jitu mengelola uang THR dengan baik adalah mengetahui mana yang sifatnya ingin, butuh, dan wajib dibayarkan. Sehingga penting bagi Sobat untuk membatasi pengeluaran dengan membuat bujet dan mematuhinya.

Pada akhirnya hari raya keagamaan memang merupakan momen yang spesial dan ditunggu oleh semua orang. Jadi jangan sampai dirusak oleh kesalahan Sobat sendiri dalam mengelola THR, ya!

Jika Sobat menyukai artikel ini dan tidak ingin ketinggalan artikel baru terkait bisnis serta tips&trik, Sobat dapat klik di sini.

Bagikan kepada sobat lainnya
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Download Aplikasinya