Ketika mendengar istilah paket data, kebanyakan orang langsung membayangkan kebutuhan internet untuk smartphone. Kuota digunakan untuk membuka media sosial, menonton video, melakukan video call, mengunduh file, atau menggunakan berbagai aplikasi sehari-hari.
Namun, kebutuhan internet pada perangkat Internet of Things atau IoT bisa sangat berbeda.
Banyak perangkat IoT hanya perlu mengirimkan data berukuran kecil secara berkala. Perangkat mungkin hanya mengirim informasi lokasi, suhu, kelembapan, status mesin, kondisi sensor, level baterai, atau data operasional lainnya ke server.
Dalam satu kali komunikasi, ukuran data yang dikirim mungkin tidak terlalu besar. Tetapi perangkat dapat beroperasi selama 24 jam dan terus berkomunikasi dengan server selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.
Di sinilah pemilihan paket data menjadi menarik.
Paket dengan kuota besar belum tentu memberikan manfaat lebih banyak. Sebaliknya, paket yang terlihat murah juga belum tentu efisien jika masa aktifnya terlalu pendek, sulit diperpanjang, atau pengelolaannya merepotkan ketika jumlah perangkat sudah mencapai ratusan.
Karena itu, cara menentukan paket data untuk perangkat IoT dengan pemakaian kecil sebaiknya dimulai dari memahami pola komunikasi perangkat, bukan langsung mencari paket dengan harga paling murah.
Pahami Dahulu Bagaimana Perangkat IoT Menggunakan Internet
Tidak semua perangkat IoT mempunyai pola penggunaan yang sama.
Ada perangkat yang mengirim data setiap beberapa detik.
Ada yang mengirim setiap beberapa menit.
Ada pula sensor yang hanya mengirim informasi ketika terjadi perubahan tertentu.
Misalnya sebuah sensor hanya perlu melaporkan kondisi setiap 30 menit. Penggunaan datanya tentu berbeda dengan GPS tracker yang terus mengirimkan posisi kendaraan selama perjalanan.
Karena itu, sebelum membeli paket, pahami terlebih dahulu bagaimana perangkat berkomunikasi.
Tanyakan kepada vendor atau tim teknis:
Seberapa sering perangkat mengirim data?
Berapa ukuran data setiap kali dikirim?
Apakah perangkat hanya mengirim data atau juga menerima perintah?
Apakah terdapat proses sinkronisasi?
Apakah perangkat melakukan update melalui jaringan seluler?
Jawaban dari pertanyaan tersebut akan menjadi dasar untuk memperkirakan kebutuhan kuota.
Jangan Menganggap Semua IoT Menggunakan Data Sangat Kecil
Walaupun banyak perangkat IoT mempunyai konsumsi data rendah, tidak berarti seluruh perangkat otomatis menggunakan kuota kecil.
Istilah IoT mencakup banyak jenis perangkat.
GPS tracker, smart meter, mesin EDC tertentu, sensor industri, perangkat keamanan, sistem monitoring lingkungan, perangkat telemetri, hingga kamera yang terhubung ke internet mempunyai kebutuhan berbeda.
Kamera, misalnya, dapat menghasilkan lalu lintas data yang jauh lebih besar dibandingkan sensor suhu.
Karena itu, klasifikasikan perangkat berdasarkan fungsi dan pola komunikasinya.
Artikel ini lebih relevan untuk perangkat yang memang mengirimkan data kecil secara berkala, bukan perangkat yang melakukan streaming atau transfer file besar secara terus-menerus.
Mulailah dari Pengukuran Penggunaan Aktual
Cara terbaik menentukan kebutuhan paket bukan menebak, tetapi mengukur.
Jika memungkinkan, pasang beberapa perangkat sebagai pilot.
Biarkan perangkat berjalan dengan konfigurasi yang sama seperti kondisi operasional sebenarnya.
Kemudian lihat konsumsi data selama beberapa hari atau beberapa minggu.
Misalnya setelah satu bulan, perangkat ternyata hanya menggunakan puluhan atau ratusan megabyte.
Data tersebut jauh lebih berguna daripada asumsi bahwa setiap perangkat membutuhkan beberapa gigabyte.
Namun, jangan langsung menggunakan angka rata-rata sebagai batas maksimal.
Tetap sediakan ruang untuk variasi penggunaan.
Hitung Penggunaan Berdasarkan Interval Pengiriman
Jika data aktual belum tersedia, perusahaan dapat membuat estimasi berdasarkan pola komunikasi.
Misalnya sebuah perangkat mengirimkan data setiap lima menit.
Dalam satu jam:
60 ÷ 5 = 12 kali pengiriman.
Dalam satu hari:
12 × 24 = 288 kali.
Dalam 30 hari:
288 × 30 = 8.640 kali pengiriman.
Selanjutnya, perusahaan perlu mengetahui kira-kira berapa besar lalu lintas data untuk setiap komunikasi.
Namun, jangan hanya menghitung ukuran payload aplikasi.
Dalam komunikasi jaringan terdapat overhead dari protokol dan proses lainnya.
Karena itu, hasil perhitungan teoritis sebaiknya digunakan sebagai estimasi awal, kemudian diverifikasi menggunakan penggunaan aktual.
Interval Pengiriman Sangat Memengaruhi Konsumsi
Salah satu faktor yang dapat mengubah penggunaan data secara signifikan adalah interval.
Perangkat yang mengirim data setiap satu menit melakukan komunikasi jauh lebih sering dibandingkan perangkat yang mengirim setiap 15 menit.
Pertanyaannya adalah apakah bisnis benar-benar membutuhkan data sesering itu?
Misalnya sensor suhu pada sebuah ruangan mungkin tidak selalu membutuhkan pembaruan setiap beberapa detik.
Sebaliknya, perangkat yang digunakan untuk kebutuhan operasional tertentu mungkin membutuhkan interval lebih pendek.
Jangan memperpanjang interval hanya untuk menghemat data tanpa mempertimbangkan fungsi perangkat.
Namun, jangan pula membuat interval terlalu pendek jika data tambahan tersebut tidak memberikan manfaat.
Perhatikan Komunikasi Dua Arah
Sebagian perangkat tidak hanya mengirim data.
Server mungkin juga mengirim perintah kembali.
Contohnya mengubah konfigurasi, meminta status perangkat, melakukan sinkronisasi waktu, atau menjalankan fungsi tertentu.
Komunikasi dua arah tersebut juga menggunakan jaringan.
Jika perangkat sering menerima perintah, kebutuhan datanya dapat lebih tinggi daripada sekadar ukuran laporan sensor.
Karena itu, ketika melakukan pengujian, gunakan skenario operasional yang sebenarnya.
Jangan hanya mengukur perangkat ketika sedang diam dan tidak menerima perintah apa pun.
Update Firmware Bisa Mengubah Pola Penggunaan
Ini salah satu hal yang sering terlupakan.
Dalam penggunaan normal, sebuah sensor mungkin hanya menggunakan data sangat kecil.
Namun, ketika terdapat pembaruan firmware melalui jaringan seluler, perangkat dapat mengunduh file yang ukurannya jauh lebih besar dibandingkan komunikasi hariannya.
Jika update seperti ini memang dilakukan melalui koneksi seluler, masukkan kebutuhan tersebut dalam perencanaan.
Alternatifnya, perusahaan dapat mempunyai prosedur khusus untuk update agar tidak mengganggu paket rutin.
Semua tergantung desain perangkat dan infrastrukturnya.
Jangan Hanya Melihat Besar Kuota
Untuk IoT dengan pemakaian kecil, masa aktif sering menjadi pertimbangan yang sangat penting.
Bayangkan sebuah perangkat hanya membutuhkan sedikit data setiap bulan.
Paket dengan kuota sangat besar tetapi masa aktif pendek mungkin membuat sebagian besar kuota tidak pernah digunakan.
Perusahaan akhirnya melakukan pembelian berulang bukan karena kuotanya habis, tetapi karena masa aktif paket selesai.
Karena itu, ketika membandingkan paket, lihat beberapa komponen secara bersamaan:
- Besar kuota
- Masa aktif
- Harga
- Jaringan operator
- Kemudahan perpanjangan
- Cara mengecek penggunaan
- Kemudahan pengelolaan banyak SIM
Untuk IoT dengan konsumsi rendah, kombinasi faktor tersebut sering lebih penting daripada sekadar jumlah gigabyte.
Hitung Biaya Berdasarkan Perangkat per Tahun
Harga bulanan kadang terlihat sangat kecil.
Namun, IoT biasanya digunakan dalam jumlah banyak.
Misalnya terdapat 2.000 perangkat.
Selisih biaya Rp5.000 per perangkat setiap bulan berarti:
2.000 × Rp5.000 = Rp10.000.000 per bulan.
Dalam satu tahun:
Rp10.000.000 × 12 = Rp120.000.000.
Karena itu, optimasi kecil pada biaya konektivitas dapat mempunyai dampak cukup besar ketika diterapkan pada ribuan perangkat.
Namun, jangan menghemat dengan mengorbankan stabilitas.
Paket yang sedikit lebih murah tetapi menyebabkan banyak perangkat kehilangan koneksi dapat meningkatkan biaya support dan maintenance.
Pertimbangkan Wilayah Pemasangan Perangkat
Perangkat IoT biasanya dipasang untuk jangka waktu cukup panjang.
Ada perangkat di kota.
Ada yang berada di gudang.
Ada yang dipasang pada mesin di kawasan industri.
Ada pula perangkat yang bergerak mengikuti kendaraan.
Kualitas jaringan dapat berbeda berdasarkan lokasi.
Karena itu, operator sebaiknya dipilih berdasarkan wilayah penggunaan sebenarnya.
Jangan hanya melakukan pengujian di kantor pusat.
Jika perusahaan akan memasang perangkat di banyak wilayah, lakukan pilot pada beberapa lokasi yang mewakili kondisi lapangan.
Periksa Teknologi Jaringan yang Didukung Perangkat
Kompatibilitas perangkat juga penting.
Perangkat IoT dapat mempunyai modem dengan dukungan teknologi jaringan tertentu.
Pastikan perangkat sesuai dengan jaringan yang akan digunakan selama masa operasionalnya.
Hal ini sangat penting karena umur perangkat IoT dapat cukup panjang.
Perusahaan mungkin menggunakan perangkat yang sama selama beberapa tahun.
Jika teknologi komunikasinya tidak sesuai dengan perkembangan jaringan operator, perusahaan dapat menghadapi kebutuhan penggantian perangkat lebih cepat dari rencana.
Karena itu, pemilihan modem dan teknologi jaringan sebaiknya menjadi bagian dari perencanaan jangka panjang.
Stabilitas Lebih Penting daripada Kuota Berlebih
Untuk IoT, koneksi yang stabil sering lebih berharga daripada kuota besar.
Bayangkan sebuah sensor hanya menggunakan 100 MB per bulan.
Memberikan paket 20 GB tidak membuat sensor bekerja 200 kali lebih baik.
Jika jaringan di lokasi pemasangan buruk, perangkat tetap akan mengalami masalah.
Karena itu, setelah kebutuhan kuota dasar terpenuhi, perhatian sebaiknya beralih kepada stabilitas jaringan, kompatibilitas perangkat, dan kemampuan monitoring.
Perhatikan Mekanisme Reconnect
Jaringan seluler tidak selalu tersedia tanpa gangguan.
Perangkat dapat kehilangan koneksi sementara.
Ketika jaringan kembali tersedia, perangkat seharusnya mempunyai mekanisme untuk mencoba terhubung kembali sesuai desainnya.
Konfigurasi reconnect yang kurang baik dapat membuat perangkat tetap offline lebih lama daripada seharusnya.
Tim teknis perlu menguji bagaimana perangkat berperilaku ketika jaringan hilang dan kembali tersedia.
Ini merupakan bagian penting dari pengujian IoT yang kadang lebih berpengaruh daripada ukuran paket datanya sendiri.
Pertimbangkan Penyimpanan Data Sementara
Jika perangkat berada di wilayah yang koneksinya tidak selalu stabil, kemampuan menyimpan data secara lokal dapat sangat membantu.
Misalnya sensor gagal mengirim data selama 20 menit.
Alih-alih membuang informasi tersebut, perangkat menyimpannya sementara.
Ketika koneksi kembali, data dikirim ke server.
Dengan mekanisme seperti ini, perusahaan tetap dapat mempunyai histori yang lebih lengkap meskipun monitoring real-time sempat terganggu.
Kemampuan tersebut bergantung pada perangkat dan sistem yang digunakan.
Buat Master Data SIM yang Rapi
Ketika perusahaan hanya mempunyai lima perangkat, informasi kartu SIM mungkin masih mudah diingat.
Ketika jumlahnya 500 atau 5.000, pendekatannya harus berubah.
Buat master data.
Contohnya:
Device ID | Nomor SIM | Operator | Lokasi | Jenis Perangkat | Paket | Tanggal Aktivasi | Jadwal Perpanjangan | Status | Last Online
Device ID sebaiknya menjadi identitas yang konsisten.
Jangan hanya bergantung pada nomor SIM karena kartu dapat diganti.
Dengan master data, perusahaan dapat mengetahui kartu mana yang digunakan oleh perangkat tertentu.
Pisahkan Data Perangkat dan Riwayat Pengisian
Master perangkat menunjukkan kondisi terbaru.
Sementara riwayat transaksi menunjukkan apa yang pernah dilakukan.
Contoh data pengisian:
Periode | Device ID | Nomor SIM | Produk | Tanggal Pengisian | ID Transaksi | Status | Keterangan
Pemisahan ini membantu ketika terjadi masalah.
Misalnya sebuah perangkat offline.
Tim dapat melihat kapan paket terakhir diisi dan apakah transaksi tersebut benar-benar sukses.
Jangan Menunggu Perangkat Offline untuk Memperpanjang Paket
Jika IoT digunakan untuk operasional, pendekatan reaktif dapat menimbulkan masalah.
Perangkat offline.
Tim melakukan pengecekan.
Ternyata paket sudah berakhir.
Barulah dilakukan pengisian.
Selama proses tersebut, perusahaan kehilangan data.
Lebih baik membuat jadwal perpanjangan sebelum masa layanan selesai.
Berikan waktu untuk menangani transaksi yang pending atau gagal.
Dengan cara ini, konektivitas lebih mudah dijaga.
Validasi SIM Aktif Sebelum Pengisian Massal
Perangkat IoT dapat mengalami perubahan.
Ada perangkat rusak.
Ada unit yang sudah tidak digunakan.
SIM dipindahkan.
Perangkat diganti.
Jika master data tidak diperbarui, perusahaan dapat terus membeli paket untuk kartu yang sebenarnya sudah tidak digunakan.
Sebelum pengisian massal, lakukan validasi.
Periksa status perangkat, nomor SIM, operator, paket, dan status operasional.
Untuk ribuan perangkat, proses sederhana ini dapat mencegah pemborosan.
Perhatikan Status Transaksi
Setelah melakukan pengisian, jangan hanya mencatat bahwa transaksi sudah dikirim.
Pastikan status akhirnya jelas.
Misalnya terdapat 1.000 SIM yang harus diperpanjang.
Hasil sementara:
970 sukses
20 pending
10 gagal
Tim perlu menyelesaikan 30 transaksi yang belum mempunyai hasil sesuai kebutuhan.
Jangan langsung mengulang transaksi pending.
Periksa status transaksi terlebih dahulu agar tidak terjadi pembelian ganda.
Lakukan Rekonsiliasi Secara Berkala
Jumlah SIM aktif pada master data harus dapat dibandingkan dengan jumlah transaksi pengisian.
Jika terdapat 1.000 perangkat aktif, perusahaan seharusnya dapat mengetahui status paket dari seluruh 1.000 perangkat tersebut.
Jika hanya 997 yang tercatat, cari tiga perangkat yang belum mempunyai informasi jelas.
Rekonsiliasi seperti ini menjadi semakin penting ketika perangkat tersebar di banyak lokasi.
Pantau Last Online, Bukan Hanya Status Paket
SIM aktif dan paket tersedia tidak menjamin perangkat sedang berkomunikasi.
Karena itu, monitoring IoT sebaiknya mempunyai informasi last online atau komunikasi terakhir.
Misalnya sebuah sensor seharusnya mengirim data setiap lima menit.
Jika selama satu jam tidak terdapat komunikasi, sistem dapat memberikan alert.
Tim kemudian melakukan pemeriksaan.
Masalahnya mungkin jaringan, perangkat, listrik, SIM, server, atau konfigurasi.
Dengan alert, masalah diketahui lebih cepat.
Buat Kategori Penyebab Perangkat Offline
Setiap insiden sebaiknya dicatat.
Tidak perlu terlalu rumit.
Misalnya:
- Paket berakhir
- SIM bermasalah
- Jaringan
- Daya listrik
- Perangkat
- Konfigurasi
- Server
- Instalasi
- Belum diketahui
Setelah beberapa bulan, perusahaan dapat melihat pola.
Jika sebagian besar perangkat offline karena paket berakhir, perbaiki proses pengisian.
Jika masalah dominan berasal dari jaringan, evaluasi operator.
Jika banyak perangkat mengalami gangguan daya, fokuskan perbaikan pada instalasi.
Data membantu perusahaan memperbaiki akar masalah.
Jangan Memberikan Paket yang Sama untuk Semua Jenis IoT
Jika perusahaan mempunyai beberapa tipe perangkat, buat kategori.
Misalnya:
IoT Low Usage
Sensor sederhana dengan komunikasi jarang.
IoT Regular
Perangkat dengan komunikasi lebih sering.
IoT Mobile
Perangkat bergerak seperti tracker dengan kebutuhan jaringan lebih dinamis.
IoT High Data
Perangkat yang mempunyai aktivitas transfer data lebih besar.
Nama kategori dapat disesuaikan.
Tujuannya agar perusahaan tidak menggunakan satu paket untuk seluruh perangkat hanya demi kemudahan administrasi.
Standardisasi tetap penting, tetapi harus mengikuti kebutuhan.
Lakukan Pilot Sebelum Implementasi dalam Jumlah Besar
Jika perusahaan akan memasang 10.000 perangkat, jangan menentukan paket hanya berdasarkan satu pengujian singkat.
Ambil beberapa unit.
Pasang pada kondisi yang mewakili penggunaan sebenarnya.
Uji di beberapa lokasi.
Pantau penggunaan data.
Periksa stabilitas jaringan.
Lihat bagaimana perangkat melakukan reconnect.
Uji ketika jaringan hilang.
Periksa konsumsi selama update jika ada.
Setelah memperoleh data yang cukup, barulah perusahaan mempunyai dasar lebih kuat untuk melakukan implementasi skala besar.
Pertimbangkan Kemudahan Pengelolaan dalam Skala Besar
Pada 10 perangkat, membeli paket satu per satu mungkin masih memungkinkan.
Pada 10.000 perangkat, masalahnya berubah menjadi administrasi.
Perusahaan membutuhkan cara mengetahui SIM aktif, paket yang digunakan, masa berlaku, konsumsi, status pengisian, dan perangkat yang terkait.
Karena itu, ketika memilih solusi konektivitas, jangan hanya melihat produknya.
Perhatikan juga bagaimana pengelolaannya.
Kemampuan melakukan transaksi secara massal, mendapatkan laporan, menelusuri status, dan melakukan rekonsiliasi dapat memberikan nilai operasional yang besar.
Otomatisasi Dapat Dilakukan Setelah Data Sudah Rapi
Ketika jumlah perangkat bertambah, perusahaan mungkin ingin mengotomatisasi pengisian paket.
Hal tersebut masuk akal.
Namun, jangan mengotomatisasi proses yang datanya masih berantakan.
Pastikan Device ID jelas.
SIM aktif terdata.
Produk sudah dikategorikan.
Jadwal perpanjangan sudah ditentukan.
Status transaksi dapat dilacak.
Ada prosedur untuk pending dan gagal.
Setelah fondasinya stabil, otomatisasi dapat membantu mengurangi pekerjaan manual.
Evaluasi Paket Berdasarkan Total Biaya Operasional
Harga paket bukan satu-satunya biaya.
Ada biaya admin.
Ada waktu tim untuk melakukan pengisian.
Ada pekerjaan support ketika perangkat offline.
Ada kunjungan teknisi.
Ada biaya mengganti SIM.
Ada risiko kehilangan data.
Karena itu, paket termurah belum tentu menghasilkan total biaya terendah.
Misalnya paket A lebih murah Rp2.000 per bulan tetapi membutuhkan banyak proses manual.
Paket B sedikit lebih mahal tetapi pengelolaannya jauh lebih sederhana dan koneksinya lebih sesuai dengan lokasi perangkat.
Untuk ribuan unit, perusahaan perlu menghitung dampak keseluruhan.
Gunakan Data Beberapa Bulan untuk Mengevaluasi Paket
Setelah sistem berjalan, lakukan evaluasi.
Perhatikan penggunaan aktual.
Misalnya mayoritas perangkat hanya menggunakan 80 MB setiap bulan, sementara perusahaan membeli paket beberapa gigabyte.
Mungkin terdapat peluang optimasi.
Sebaliknya, jika banyak perangkat hampir mencapai batas kuota, paket perlu dievaluasi.
Lihat juga jumlah perangkat offline, pola jaringan, transaksi gagal, dan biaya rata-rata per perangkat.
Dengan data tersebut, keputusan berikutnya menjadi lebih objektif.
Paket Data IoT yang Tepat Tidak Harus Mempunyai Kuota Besar
Cara menentukan paket data untuk perangkat IoT dengan pemakaian kecil pada akhirnya bukan tentang mencari paket dengan jumlah gigabyte terbesar.
Justru pada IoT dengan penggunaan rendah, yang perlu diperhatikan adalah kesesuaian.
Berapa data yang benar-benar digunakan?
Berapa lama masa aktifnya?
Di mana perangkat dipasang?
Operator apa yang mempunyai jaringan sesuai?
Bagaimana jika koneksi terputus?
Apakah perangkat dapat melakukan reconnect?
Apakah data dapat disimpan sementara?
Bagaimana paket diperpanjang?
Bagaimana perusahaan mengelola ribuan SIM?
Pertanyaan tersebut jauh lebih relevan dibandingkan hanya membandingkan kuota.
Mulailah dengan pilot dan pengukuran penggunaan aktual. Kelompokkan perangkat berdasarkan pola komunikasinya. Pilih paket berdasarkan konsumsi dan masa aktif. Buat master SIM yang rapi. Tentukan jadwal perpanjangan. Rekonsiliasi transaksi dan pantau last online.
Jika jumlah perangkat semakin besar, buat proses pengelolaan secara terpusat dan pertimbangkan otomatisasi setelah data serta SOP sudah stabil.
Dengan pendekatan seperti ini, perusahaan tidak perlu membayar kuota besar yang tidak pernah digunakan, tetapi juga tidak mengambil risiko memberikan paket terlalu kecil yang membuat perangkat kehilangan konektivitas.
Pada akhirnya, paket data yang efisien untuk IoT bukan paket yang paling murah atau paling besar. Paket yang tepat adalah paket yang sesuai dengan pola komunikasi perangkat, mempunyai masa aktif yang mendukung operasional, menggunakan jaringan yang sesuai dengan lokasi pemasangan, dan dapat dikelola secara konsisten ketika jumlah perangkat terus bertambah.




