Penggunaan GPS tracker pada kendaraan semakin umum, terutama bagi perusahaan yang memiliki armada operasional. Perangkat ini membantu perusahaan mengetahui posisi kendaraan, melihat riwayat perjalanan, memantau aktivitas armada, hingga mendapatkan informasi tertentu dari kendaraan secara lebih mudah.
Namun, agar informasi dari perangkat tracker dapat dikirim ke server dan dilihat melalui aplikasi atau dashboard, perangkat biasanya membutuhkan koneksi internet. Karena itulah banyak GPS tracker dilengkapi kartu SIM dengan paket data.
Pertanyaan yang kemudian sering muncul adalah: berapa sebenarnya kebutuhan paket data tracker kendaraan dalam sebulan?
Jawabannya tidak selalu sama untuk setiap perangkat.
GPS tracker pada umumnya memang tidak menggunakan internet sebesar smartphone. Perangkat tidak digunakan untuk menonton video, membuka media sosial, atau melakukan video call. Sebagian besar aktivitas datanya berupa pengiriman informasi berukuran relatif kecil ke server.
Meski demikian, konsumsi data dapat berbeda tergantung jenis perangkat, frekuensi pengiriman lokasi, jumlah informasi yang dikirim, lama kendaraan beroperasi, konfigurasi tracker, hingga fitur tambahan yang digunakan.
Karena itu, daripada langsung menentukan paket berdasarkan angka tertentu, akan lebih baik jika perusahaan memahami terlebih dahulu bagaimana tracker menggunakan data.
Mengapa GPS Tracker Membutuhkan Paket Data?
GPS dan koneksi internet sebenarnya memiliki fungsi yang berbeda.
GPS digunakan untuk mendapatkan informasi posisi berdasarkan sistem navigasi satelit. Sementara koneksi seluler digunakan oleh banyak perangkat tracker untuk mengirimkan informasi tersebut ke server.
Sebagai contoh, sebuah kendaraan sedang berada di perjalanan. Perangkat tracker mendapatkan koordinat lokasi kendaraan, kemudian mengirimkan informasi tersebut melalui jaringan seluler.
Server menerima data dan menampilkannya pada aplikasi monitoring.
Karena proses ini dilakukan berulang kali, kartu SIM pada perangkat membutuhkan konektivitas data yang tetap aktif.
Informasi yang dikirim tidak selalu hanya berupa koordinat. Bergantung pada perangkat dan sistem yang digunakan, tracker dapat mengirimkan informasi mengenai waktu, kecepatan, arah kendaraan, status mesin, dan data lainnya.
Semakin banyak informasi serta semakin sering data dikirimkan, semakin besar kemungkinan konsumsi paket datanya.
Apakah Tracker Membutuhkan Kuota Internet yang Besar?
Jika dibandingkan dengan smartphone, kebutuhan internet tracker kendaraan biasanya jauh lebih kecil.
Smartphone digunakan untuk aktivitas yang membutuhkan data besar seperti streaming video, mengunduh aplikasi, mengakses media sosial, melakukan panggilan video, dan mengunggah foto.
Tracker memiliki fungsi yang jauh lebih spesifik.
Perangkat biasanya mengirimkan data berupa teks atau paket informasi kecil ke server. Karena ukurannya relatif kecil, konsumsi datanya dapat jauh lebih hemat.
Namun, bukan berarti semua GPS tracker otomatis memiliki penggunaan data yang sangat kecil.
Perangkat dengan fitur lebih kompleks dapat menghasilkan komunikasi data lebih banyak. Selain itu, konfigurasi sistem juga memiliki pengaruh besar.
Karena itulah kebutuhan paket sebaiknya disesuaikan berdasarkan perangkat yang digunakan, bukan berdasarkan asumsi bahwa semua GPS memiliki konsumsi yang sama.
Frekuensi Pengiriman Lokasi Sangat Memengaruhi Pemakaian Data
Salah satu faktor yang paling mudah dipahami adalah interval pengiriman lokasi.
Bayangkan terdapat dua perangkat.
Perangkat pertama mengirimkan posisi kendaraan setiap 60 detik. Perangkat kedua mengirimkan posisi setiap 10 detik.
Dalam satu jam perjalanan, perangkat pertama dapat melakukan sekitar 60 kali pembaruan berdasarkan contoh sederhana tersebut. Sementara perangkat kedua dapat melakukan sekitar 360 kali.
Jika kendaraan beroperasi selama berjam-jam setiap hari, perbedaannya akan semakin besar.
Semakin pendek interval pembaruan, semakin banyak komunikasi yang dilakukan perangkat dengan server.
Namun, interval yang sangat pendek tidak selalu diperlukan untuk seluruh jenis kendaraan.
Kebutuhan perusahaan logistik dengan pengiriman bernilai tinggi mungkin berbeda dengan kendaraan operasional yang hanya membutuhkan pemantauan lokasi secara umum.
Karena itu, frekuensi pengiriman data sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan bisnis.
Lama Operasional Kendaraan Juga Berpengaruh
Selain interval pengiriman, durasi kendaraan digunakan setiap hari juga perlu diperhitungkan.
Kendaraan operasional yang hanya digunakan beberapa jam sehari tentunya memiliki pola berbeda dengan truk logistik yang dapat melakukan perjalanan panjang hampir sepanjang hari.
Misalnya, sebuah mobil operasional hanya aktif dari pukul 08.00 sampai 17.00 pada hari kerja.
Bandingkan dengan kendaraan distribusi yang beroperasi hampir setiap hari dan melakukan perjalanan antarkota.
Walaupun keduanya menggunakan tipe tracker yang sama, jumlah komunikasi data yang dilakukan dapat berbeda.
Terlebih jika perangkat dikonfigurasi untuk mengirimkan data lebih sering ketika kendaraan bergerak.
Karena itu, ketika memperkirakan kebutuhan paket data bulanan, jangan hanya melihat jenis perangkat. Perhatikan juga bagaimana kendaraan digunakan.
Berapa MB yang Dibutuhkan GPS Tracker dalam Sebulan?
Tidak ada angka tunggal yang dapat dijadikan standar untuk seluruh GPS tracker.
Pada konfigurasi yang sederhana, konsumsi data dapat relatif kecil. Namun, perangkat dengan interval pengiriman sangat rapat, komunikasi tambahan, pembaruan tertentu, atau fitur telematika yang lebih kompleks dapat menggunakan data lebih banyak.
Karena itu, pendekatan yang lebih aman adalah melakukan pengukuran langsung.
Misalnya, perusahaan dapat memasang kartu SIM pada 5 sampai 10 perangkat sebagai sampel. Gunakan kendaraan seperti biasa selama satu bulan.
Setelah itu, lihat konsumsi masing-masing kartu.
Misalnya hasil pengujian menunjukkan rata-rata perangkat menggunakan sekitar 50 MB dalam satu bulan. Jangan langsung membeli paket tepat 50 MB.
Berikan ruang cadangan.
Perusahaan mungkin memilih kapasitas yang lebih besar agar perangkat tetap dapat berkomunikasi ketika terjadi peningkatan penggunaan.
Angka tersebut hanyalah ilustrasi. Kebutuhan aktual tetap perlu diperiksa berdasarkan perangkat dan konfigurasi masing-masing.
Mengapa Perlu Memberikan Cadangan Kuota?
Memilih paket yang terlalu pas memang terlihat lebih hemat.
Namun, dalam kegiatan operasional, sedikit cadangan dapat memberikan perlindungan dari gangguan yang sebenarnya dapat dihindari.
Misalnya rata-rata perangkat menggunakan 80 MB per bulan dan perusahaan memilih paket tepat 80 MB.
Jika suatu bulan penggunaan meningkat menjadi 85 MB, terdapat kemungkinan kuota habis sebelum periode berikutnya.
Akibatnya, perangkat mungkin tidak dapat mengirimkan data secara normal.
Perusahaan kemudian harus melakukan pengisian tambahan atau menangani perangkat yang terlihat offline.
Karena itu, kapasitas paket sebaiknya tidak dibuat terlalu dekat dengan rata-rata konsumsi.
Berikan margin sesuai karakteristik perangkat dan tingkat kepentingan kendaraan.
Fitur Tracker Dapat Membuat Kebutuhan Data Berbeda
GPS tracker modern memiliki kemampuan yang semakin beragam.
Ada perangkat yang hanya digunakan untuk pelacakan lokasi sederhana. Ada pula sistem yang terhubung dengan berbagai sensor dan menghasilkan informasi lebih lengkap.
Misalnya, sistem dapat mencatat:
- Posisi kendaraan.
- Kecepatan.
- Status kendaraan.
- Riwayat perjalanan.
- Informasi dari sensor tertentu.
- Notifikasi kejadian.
- Data operasional lainnya.
Semakin kompleks data yang dikirimkan, semakin penting melakukan pengujian konsumsi sebenarnya.
Perangkat yang hanya mengirimkan koordinat tentu tidak dapat langsung dibandingkan dengan sistem telematika yang mengirimkan banyak parameter.
Karena itu, hindari menggunakan standar paket yang sama untuk semua jenis perangkat apabila karakteristiknya berbeda.
Jangan Lupakan Komunikasi Saat Kendaraan Berhenti
Kendaraan yang sedang parkir belum tentu berarti tracker berhenti menggunakan data sepenuhnya.
Hal ini bergantung pada konfigurasi perangkat.
Sebagian tracker dapat tetap mengirimkan informasi tertentu secara berkala untuk menunjukkan bahwa perangkat masih aktif atau untuk melaporkan status kendaraan.
Perangkat juga dapat melakukan komunikasi tambahan ketika terdapat kejadian tertentu.
Karena itu, estimasi konsumsi tidak cukup hanya berdasarkan jumlah kilometer perjalanan.
Dua kendaraan dengan jarak perjalanan sama belum tentu menggunakan data dalam jumlah persis sama.
Konfigurasi perangkat memiliki peran besar.
Sinyal yang Tidak Stabil Dapat Memengaruhi Pola Komunikasi
Kualitas jaringan juga perlu diperhatikan.
Kendaraan operasional dapat berpindah dari area dengan jaringan kuat menuju area dengan konektivitas terbatas.
Ketika jaringan tidak tersedia, beberapa perangkat dapat menyimpan informasi sementara dan mengirimkannya setelah koneksi kembali tersedia, tergantung desain perangkat.
Hal seperti ini dapat menciptakan pola penggunaan data yang berbeda dibandingkan kendaraan yang selalu berada di wilayah dengan jaringan stabil.
Karena itu, ketika melakukan pengujian, pilih kendaraan yang mewakili rute operasional sebenarnya.
Jangan hanya melakukan tes pada kendaraan yang beroperasi di sekitar kantor apabila sebagian besar armada sebenarnya melakukan perjalanan lintas kota.
Paket Besar Tidak Selalu Lebih Baik
Karena kebutuhan data tracker relatif kecil dibandingkan smartphone, membeli paket dengan kuota terlalu besar dapat membuat biaya tidak efisien.
Bayangkan sebuah perangkat hanya membutuhkan sebagian kecil dari paket yang dibeli setiap bulan.
Untuk satu kartu, selisih biaya mungkin tidak terlalu terasa.
Namun, bagaimana jika perusahaan memiliki 1.000 perangkat?
Tambahan biaya Rp5.000 per kartu saja berarti Rp5 juta per bulan. Dalam satu tahun, nilainya menjadi Rp60 juta.
Inilah mengapa pengukuran penggunaan data menjadi penting bagi perusahaan dengan armada besar.
Penghematan kecil pada setiap perangkat dapat memberikan dampak signifikan ketika diterapkan dalam skala besar.
Paket Terlalu Kecil Juga Memiliki Risiko
Sebaliknya, jangan terlalu agresif menekan biaya.
Paket yang terlalu kecil dapat meningkatkan risiko kuota habis.
Jika tracker kehilangan konektivitas karena paket data tidak tersedia, perusahaan dapat kehilangan kemampuan monitoring secara real-time sampai koneksi kembali aktif.
Bagi kendaraan biasa, gangguan singkat mungkin tidak terlalu kritis.
Namun, untuk kendaraan logistik, distribusi, rental, atau armada yang membawa barang bernilai tinggi, kehilangan informasi lokasi dapat menjadi masalah operasional.
Karena itu, tujuan utamanya bukan mencari paket sekecil mungkin.
Tujuannya adalah mencari kapasitas yang cukup dengan biaya yang efisien.
Hitung Kebutuhan Berdasarkan Kelompok Kendaraan
Jika perusahaan memiliki berbagai jenis armada, sebaiknya jangan langsung menganggap semuanya memiliki kebutuhan yang sama.
Kelompokkan kendaraan berdasarkan pola penggunaan.
Misalnya:
- Kendaraan operasional dalam kota.
- Kendaraan distribusi antarkota.
- Kendaraan yang beroperasi 24 jam.
- Kendaraan yang hanya digunakan pada hari kerja.
- Kendaraan dengan tracker standar.
- Kendaraan dengan perangkat telematika lebih kompleks.
Kemudian lakukan pengujian terhadap masing-masing kelompok.
Cara ini dapat menghasilkan estimasi yang lebih akurat dibandingkan menggunakan satu angka rata-rata untuk seluruh armada.
Bahkan perusahaan dapat menggunakan paket berbeda apabila selisih kebutuhannya cukup besar.
Pertimbangkan Masa Aktif, Bukan Hanya Kuota
Dalam penggunaan tracker kendaraan, masa aktif memiliki peran yang sangat penting.
Bayangkan perangkat masih memiliki banyak kuota, tetapi paket sudah tidak aktif.
Tracker tetap dapat kehilangan konektivitas.
Karena itu, perusahaan perlu memastikan masa berlaku paket sesuai dengan pola pengelolaan armada.
Semakin banyak perangkat yang digunakan, semakin penting mekanisme perpanjangan yang sederhana.
Untuk ratusan atau ribuan kartu SIM, memperpanjang paket secara manual satu per satu tentu tidak efisien.
Pilih sistem pengelolaan yang memungkinkan perusahaan mengetahui kartu mana yang aktif, kapan paket berakhir, dan kapan perlu dilakukan perpanjangan.
Buat Monitoring Penggunaan Data Setiap Bulan
Setelah menentukan paket, pekerjaan belum selesai.
Perusahaan sebaiknya tetap memantau penggunaan.
Catat konsumsi data dari beberapa perangkat setiap bulan. Perhatikan apakah terdapat peningkatan yang tidak biasa.
Jika biasanya sebuah tracker menggunakan 50 MB tetapi tiba-tiba menjadi 200 MB, perlu dilakukan pengecekan.
Bisa jadi terdapat perubahan konfigurasi, peningkatan frekuensi komunikasi, atau aktivitas lain pada perangkat.
Monitoring seperti ini juga membantu perusahaan mengetahui apakah paket yang digunakan masih sesuai.
Jika rata-rata penggunaan selalu jauh di bawah kuota, perusahaan dapat mempertimbangkan paket yang lebih efisien.
Pengelolaan Menjadi Lebih Penting ketika Jumlah Tracker Bertambah
Satu tracker tentu mudah dikelola.
Sepuluh perangkat juga mungkin masih dapat dicatat secara manual.
Namun, ketika jumlahnya mencapai ratusan atau ribuan, perusahaan membutuhkan sistem yang lebih terstruktur.
Setiap kartu SIM idealnya memiliki identitas yang terhubung dengan kendaraan.
Perusahaan perlu mengetahui nomor kartu, kendaraan pengguna, jenis perangkat, paket yang aktif, tanggal aktivasi, masa berlaku, serta status konektivitas.
Pencatatan tersebut membantu ketika terjadi gangguan.
Tim tidak perlu membongkar perangkat hanya untuk mencari informasi kartu yang digunakan.
Selain itu, perusahaan dapat mengetahui total biaya paket data seluruh armada dengan lebih mudah.
Lakukan Pengujian Sebelum Membeli Paket untuk Seluruh Armada
Jika perusahaan baru mulai menggunakan GPS tracker, hindari langsung membeli satu jenis paket untuk seluruh kendaraan tanpa pengujian.
Gunakan beberapa perangkat sebagai sampel terlebih dahulu.
Idealnya, sampel tersebut mewakili berbagai kondisi operasional.
Gunakan selama sekitar satu bulan agar pola pemakaian lebih terlihat.
Kemudian bandingkan:
- Rata-rata penggunaan data.
- Penggunaan tertinggi.
- Penggunaan terendah.
- Stabilitas jaringan.
- Frekuensi perangkat kehilangan koneksi.
- Sisa kuota pada akhir periode.
- Biaya paket.
Dari data tersebut, perusahaan dapat menentukan kapasitas paket yang lebih masuk akal.
Pendekatan ini jauh lebih aman daripada sekadar menebak.
Jadi, Berapa Paket Data yang Sebaiknya Disiapkan?
Jawaban paling tepat adalah sesuai konsumsi aktual perangkat ditambah cadangan yang wajar.
Tidak perlu terburu-buru mencari paket dengan kuota gigabyte apabila perangkat hanya mengirimkan data tracker sederhana. Namun, jangan pula memilih paket yang terlalu kecil hanya karena ingin mendapatkan biaya paling murah.
Mulailah dengan memahami spesifikasi tracker.
Tanyakan kepada penyedia perangkat mengenai estimasi konsumsi data berdasarkan konfigurasi yang digunakan. Setelah itu, lakukan pengujian langsung pada beberapa kendaraan.
Catat konsumsi selama satu bulan dan gunakan hasil tersebut sebagai dasar.
Jika rata-rata perangkat menggunakan 50 MB, misalnya, perusahaan dapat mencari paket di atas kebutuhan tersebut dengan mempertimbangkan cadangan. Jika penggunaan mencapai ratusan MB karena perangkat memiliki fitur lebih kompleks, sesuaikan kembali kapasitasnya.
Tidak ada keharusan bahwa seluruh perangkat harus menggunakan paket dengan kapasitas yang sama.
Efisiensi Paket Data Dimulai dari Memahami Pola Penggunaan Tracker
Menentukan kebutuhan paket data tracker kendaraan sebenarnya bukan sekadar mencari tahu berapa MB yang digunakan dalam sebulan.
Perusahaan perlu melihat keseluruhan pola operasional.
Jenis tracker, frekuensi pengiriman lokasi, jam operasional kendaraan, fitur perangkat, kualitas jaringan, jumlah armada, masa aktif paket, hingga cara kartu SIM dikelola semuanya memiliki pengaruh.
Untuk penggunaan dalam jumlah kecil, selisih beberapa puluh MB mungkin tidak terlalu berarti. Namun, ketika perusahaan memiliki ratusan atau ribuan tracker, pemilihan paket yang tepat dapat menghasilkan efisiensi biaya yang cukup besar.
Kuncinya adalah jangan terlalu banyak membeli kuota yang tidak digunakan, tetapi jangan pula membuat kapasitas terlalu sempit hingga berisiko mengganggu konektivitas perangkat.
Gunakan data pemakaian nyata sebagai dasar.
Lakukan pengujian, tentukan rata-rata konsumsi, berikan cadangan, kemudian evaluasi secara berkala.
Dengan pendekatan tersebut, perusahaan dapat memiliki paket data tracker yang lebih sesuai dengan kebutuhan operasional. Kendaraan tetap dapat dipantau, biaya konektivitas lebih terkontrol, dan tim tidak harus terlalu sering menangani masalah akibat paket yang habis atau tidak sesuai kebutuhan.
Pada akhirnya, paket data yang tepat bukanlah paket dengan kuota terbesar ataupun harga termurah. Paket yang tepat adalah paket yang mampu menjaga tracker tetap terhubung sesuai kebutuhan operasional dengan biaya yang tetap efisien untuk perusahaan.




