Pembeli adalah raja. Pelanggan selalu benar. Merupakan ungkapan yang masih dipegang teguh baik oleh pemilik bisnis maupun pembeli atau pelanggan sendiri. Tapi sebenarnya, dua ungkapan tersebut tidak selalu benar. Akan ada pembeli atau pelanggan yang tidak baik untuk bisnis Sobat. Apa itu pelanggan yang tidak baik? Bagaimana tanda pelanggan tidak baik untuk bisnis? Berikut adalah penjelasannya.

Hanya karena pelanggan membayar, bukan selalu berarti mereka baik untuk bisnis Sobat. Akan selalu ada pelanggan yang manipulatif dan tidak menghargai bisnis Sobat. Pelanggan yang pada akhirnya hanya akan membebani Sobat.
Dan ingat, Sobat tidak harus mempertahankan setiap pelanggan. Akan selalu lebih menyenangkan untuk fokus pada pelanggan yang senang dan puas kepada bisnis Sobat daripada menghabiskan seluruh tenaga untuk meyakinkan setiap orang agar membeli produk yang Sobat jual.
Namun, yang perlu diingat adalah jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan bahwa pelanggan tertentu itu buruk. Gunakan penilaian Sobat yang lebih baik untuk mengevaluasi situasi yang sedang Sobat hadapi.
4 tanda pelanggan tidak baik
Daftar isi
Pelanggan tidak masuk akal
Hal ini bisa berupa pelanggan yang menginginkan hasil instan dan mengharapkan segala sesuatu dilakukan sekarang, tanpa memperhatikan kondisi Sobat atau pelanggan lain. Misalnya, pelanggan membuat perubahan terhadap pesanan yang telah dipesan sehari sebelum tenggat waktu pesanan tersebut harus selesai. Atau pelanggan yang melanggar kesepakatan bisnis yang sejak awal telah dibuat.
Jika Sobat merasa bahwa pelanggan lebih sering bersikap tidak masuk akal, inilah saatnya dengan sopan memberi tahu mereka bahwa Sobat tidak lagi dapat memberikan kebutuhan mereka dan akan lebih baik jika mereka mencari solusi di tempat lain.
Pelanggan yang tidak membayar
Sobat akan cukup sering menjumpai pelanggan yang tidak mau membayar. Terutama di industri jasa.
Yang terburuk adalah jenis klien yang menjadi tidak responsif setelah Sobat meminta pembayaran kepada mereka, membuat permintaan Sobat terlihat seperti sesuatu yang tidak pantas.
Jika mereka masih bersikeras bahwa mereka tidak mau membayar layanan Sobat, atau menawarkan untuk membayar sedikit uang, biarkan mereka pergi. Mereka tidak sebanding dengan usaha yang telah Sobat berikan.
Pelanggan menghina atau melakukan hal yang tidak menyenangkan saat bekerjasama
Akan ada beberapa pelanggan yang menganggap bahwa orang yang berada di ujung telepon/chat/email bukan manusia, melainkan robot. Saat pelanggan mengalami pengalaman yang tidak menyenangkan seperti produk yang diterima salah, atau produk yang diterima rusak tentunya masih sangat bisa dipahami apabila pelanggan tersebut melakukan komplain. Tapi perlu diingat bahwa melakukan komplainpun tetap ada tata caranya.
Jika pelanggan melecehkan Sobat atau staf Sobat atau membuat pekerjaan menjadi pengalaman yang tidak menyenangkan, singkirkan pelanggan tersebut. Perusahaan Sobat lebih membutuhkan loyalitas karyawan Sobat daripada yang Sobat dapatkan dari pelanggan dengan pemeliharaan tinggi namun tidak memiliki kesopanan.
Pelanggan yang membuat ancaman
Terkadang pelanggan juga dapat mengancam untuk menyiarkan suatu masalah di media sosial. Meskipun Sobat tidak boleh meremehkan kekuatan media sosial untuk membuat atau menghancurkan bisnis, tapi Sobat tidak boleh mundur jika Sobat berada dipihak yang benar. Internet memiliki cara untuk memberikan keadilan bagi para penindas yang menyalahgunakannya.
Sepenting apapun tingkat penjualan bagi Sobat, pastikan Sobat tahu dengan siapa Sobat berbisnis. Hubungan bisnis dengan siapapun harus didasari rasa percaya dan hormat satu sama lain. Apabila pelanggan membuat Sobat memberikan lebih dari yang seharusnya, seperti tenaga dan waktu dengan cara yang tidak baik, Sobat dapat memilih untuk tidak lagi menerima pesanan dari pelanggan tersebut.
Apabila Sobat mendapat informasi baru dari artikel ini, Sobat dapat membaca artikel lain terkait bisnis di sini.




