Bitcoin, Investasi yang Mulai Dilirik Milenial

19 May 2020 • By admin_it

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat terjadinya peningkatan jumlah investor yang masih tergolong usia milenial, yakni 18-25 tahun. Peningkatan sepanjang tahun 2016-2018 terjadi sebesar 120,6 persen. Tidak hanya berinvestasi di sektor tradisional seperti saham, obligasi dan reksadana, investasi bitcoin pun sudah mulai dilirik milenial.

bitcoin investasi milenial

Investasi online ini baru mulai populer pada tahun 2015 dan dikenal sebagai aset digital pertama yang menjadi pelopor cryptocurrency. Bitcoin diciptakan oleh Satoshi Nakamoto pada tahun 2009 dan hingga saat ini, ada sebesar 21 juta BTC bitcoin yang beredar di seluruh dunia. Bitcoin menjadi mata uang yang diakui di beberapa negara, namun di Indonesia, penggunaan bitcoin masih dilarang.

Harga bitcoin mengalami fluktuasi seperti halnya dollar sehingga berinvestasi bitcoin, sedikit banyak mirip dengan investasi mata uang dollar. Hanya saja, berbeda dengan uang atau emas yang memiliki nilai intrinsik, bitcoin tidak memiliki nilai intrinsik karena berbentuk digital. Bahkan, ‘penambangan’-nya juga dilakukan secara digital. Oleh karena itu, banyak yang meragukan keamanan investasi ini.

Meski demikian, investasi bitcoin dipandang sebagai investasi yang menggiurkan bagi para investor. Berdasarkan situs penghitungan kurs bitcoin pada Selasa, 19 Mei 2020, nilai tukar mata uang ini mencapai Rp 143.489.375 per koinnya. Nilai tukar ini diprediksi akan stabil dan kemungkinan akan terus meningkat seiring dengan mulai beradaptasinya masyarakat terhadap mata uang baru ini. Berdasarkan analisis harga oleh perusahaan riset Wall Street, Fundstrat Global Advisors, misalanya, harga bitcoin diprediksi akan mencapai kenaikan tinggi pada bulan Juli atau Agustus 2020.

Lalu apakah generasi muda harus mulai berinvestasi bitcoin? Sebelum memutuskan apakah Sobat akan terjun di dunia investasi bitcoin, ada baiknya Sobat memelajari secara menyeluruh mengenai keuntungan serta resiko bitcoin. Sebagai sebuah investasi digital, bitcoin memiliki berbagai celah resiko seperti keamanan teknologi informasi dan perhitungan pajak.

Ditambah lagi, bitcoin membutuhkan modal yang besar karena nilai tukarnya pun sangat besar. Berbeda dengan saham, reksadana atau obligasi yang bisa dibeli dengan jutaan atau bahkan ratusan ribu rupiah saja. Meski demikian, jika Sobat memang memiliki modal besar dan pemahaman yang baik mengenai bidang ini, tidak ada salahnya mulai memelajari bitcoin sebagai jenis investasi baru yang mulai dilirik milenial ini. Baca tips investasi lainnya di sini.

Bagikan kepada sobat lainnya

Download Aplikasinya

Enable Notifications OK No thanks